# 25 RUPS Dengan Peran dan Posisi yang Berbeda

Assalamualaikum wr.wb.

Hadir di RUPS sudah saya alami puluhan kali. Dan itupun pada berbagai posisi yang masing-masing mempunyai peran yang berbeda. Paling sering saya hadir sebagai pemegang saham mendampingi Pak Deputi yang memperoleh kuasa dari Menteri BUMN. Beberapa kali saya hadir sebagai Komisaris BUMN mendampingi Direksi BUMN berhadapan dengan pejabat Kementerian BUMN sebagai pemegang saham. Sejak saya di RNI, kehadiran di RUPS tentu menjadi sangat berbeda dalam peran maupun posisi. Suatu tambahan pengalaman yang sangat berharga bagi saya.  Apalagi tanggal 14 Juni yang lalu,  RUPS nya adalah pertanggungjawaban kinerja tahun 2015. Kalau hadir sebagai pemegang saham perannya adalah “mengadili” Direksi,  maka sekarang saya yang “diadili” oleh pemegang saham, dalam arti positif tentunya.  Lengkap sudah pengalaman RUPS saya.

Saya beruntung, karena yang harus saya pertanggungjawabkan adalah rapot biru, bukan rapot merah. Ini semua adalah hasil kerja keras kita semua, seluruh keluarga besar RNI Group. Direksi yang didukung oleh seluruh karyawan dan keluarganya.

CEO Note 25.1.jpg

Hasil RUPS itu sendiri sudah dipublikasikan di banyak media. Ada 4 media cetak (Bisnis Indonesia, Kontan, Investor Daily dan Indopos) dan 24 media on line termasuk detik.com, kompas.com, okezone.com dan media daerah (krjogja.com, suaramerdeka.com) yang memberitakannya. Oleh karena itu sudah pada tempatnyalah kalau saya juga ingin sharing hasil RUPS tadi di forum ini karena isinya sudah menjadi konsumsi publik. Banyak yang bisa kita petik dari kinerja 2015. Peluang untuk memperbaiki masih sangat besar di 2016, tetapi di sisi lain juga perlu kewaspadaan agar yang sudah dicapai jangan sampai turun karena kita lengah atau cukup berpuas diri dengan hasil yang ada.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT RNI diselenggarakan pada hari Selasa, 14 Juni 2016, di Kementerian BUMN, Jakarta.

Alhamdulilah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) membukukan laba bersih Rp 69 miliar pada tahun buku 2015, meningkat 120,88% dibanding tahun 2014 yang mencatat kerugian sebesar Rp 330,53 miliar.

Kontribusi laba sebelum pajak yang terbesar berasal dari sektor industri gula sebesar Rp 209,334 miliar, meningkat dibanding pencapaian tahun 2014 yang mencatat minus Rp 189,57 miliar. Sedangkan dari sektor farmasi dan alat kesehatan membukukan kontribusi laba sebelum pajak sebesar Rp 83,15 miliar meningkat dari tahun 2014 yang berada di angka Rp 54,94 miliar. Adapun, kontribusi laba sektor perdagangan berada di angka Rp 22,22 miliar.

Peningkatan kinerja ketiga sektor tersebut mampu menutup pencapaian sektor perkebunan yang masih minus Rp 73,89 miliar.

Sementara itu, dari sisi penjualan, di tahun 2015 perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 5.632,86 miliar, tumbuh 13,31% atau Rp 661,76 miliar dari Rp 4.971,10 miliar di tahun 2014. Penjualan utama berasal dari kelompok industri gula sebesar Rp 2.302,70 miliar (40,88%), kelompok industri farmasi dan alat kesehatan sebesar Rp 1.675,85 miliar (29,75%), kelompok perdagangan umum sebesar Rp 1.289,81 miliar (21,39%), dan kelompok perkebunan sebesar Rp364,49 miliar (6,47%). Sementara penurunan terjadi pada produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) dikarenakan rendahnya produktivitas kebun, produksi karet juga menurun mengingat umur tanaman yang sudah tua.

IMG-20160714-WA0000.jpg

Saya sampaikan pula bahwa secara umum, kinerja perseroan di tahun buku 2015 jauh lebih baik dibanding kinerja tahun 2014. Hal tersebut disebabkan oleh pembenahan internal yang dilakukan secara konsisten serta dukungan faktor eksternal yang semakin membaik di semester II tahun 2015 dan peningkatan harga komoditas gula. Di samping itu, perseroan melakukan beberapa langkah strategis untuk mencapai sasaran yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015, antara lain dalam hal investasi dan keuangan.

Perusahaan terus didorong melakukan peningkatan kapasitas produksi, pangsa pasar, kualitas produk serta nilai tambah yang maksimal melalui investasi yang dilakukan dengan efektif dan selektif. Investasi dilakukan terbatas hanya pada lingkungan Industri yang prospektif dan benar-benar potensial memberikan nilai tambah. Setiap investasi harus melalui feasibility study (FS) dan kajian risiko yang memadai. Tidak ada lagi investasi dan pengembangan yang dilakukan tanpa melakukan kajian mendalam.

Untuk pengembangan produk baru dilakukan dengan maksimal mengedepankan prinsip sinergi BUMN serta pemberdayaan sumber daya yang ada, agar sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah aset non produktif dan SDM. Investasi dan pengembangan diarahkan untuk mengantisipasi permasalahan operasional, khususnya terkait isu lingkungan hidup, kelangkaan tenaga kerja, upah yang makin mahal, dan penghematan energi, seperti melalui penguatan mekanisasi pertanian, optimasi aplikasi pupuk organik, optimasi penggunaan energi, dan pengamanan ketaatan atas regulasi terkait lingkungan hidup.

Dalam bidang keuangan, secara konsisten dilakukan optimalisasi dana pada anak perusahaan dengan menerapkan cash management sebagai alternatif pendanaan bagi group. Setiap pengeluaran biaya harus selalu dimonitor dan mengacu pada anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, pinjaman modal kerja kepada anak perusahaan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian pendanaan.

IMG-20160714-WA0003

Guna memantapkan pencapaian, juga ditempuh langkah perbaikan di bidang operasional melalui perencanaan produksi yang disusun dengan memperhatikan kepentingan atau tujuan perusahaan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Kinerja operasional secara simultan diarahkan pada pencapaian target produksi, produktivitas, mutu produk, dan HPP dengan produk impor sejenis sebagai rujukan (benchmark).

Saya sampaikan bahwa tantangan yang dihadapi PT RNI ke depan akan semakin ketat, untuk itu, fokus perencanaan produksi akan mengedepankan peningkatan daya saing dengan produk-produk kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam bidang agro, yang merupakan tulang punggung bisnis PT RNI, Perusahaan memandang petani sebagai mitra strategis yang harus dilindungi kepentingannya serta perlu didorong agar tetap mendapatkan profit yang layak. Kuncinya dengan mengembangkan mekanisme kerjasama saling menguntungkan, saling percaya melalui proses yang transparan, bertanggung jawab dan adil. PT RNI juga akan semakin meningkatkan kerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna yang relevan dan efektif mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan penurunan HPP.

Disamping hal-hal tersebut di atas yang telah dipublikasikan secara luas, kita semua juga perlu mencermati beberapa kekurangan kita, kesulitan dan kendala yang masih belum teratasi, sebagaimana juga menjadi catatan Komisaris RNI.

Beberapa anak perusahaan kinerjanya masih belum menggembirakan dan belum ada tanda-tanda akan bisa diperbaiki di tahun 2016 karena kondisinya sudah sangat berat, terutama adalah PT Mitra Ogan dan PT Rajawali II. Satu-satunya harapan adalah bekerja sama dengan investor atau mitra yang mempunyai kekuatan pendanaan yang besar. Tapi kita tahu bersama bahwa untuk menggandeng mitra dari luar diperlukan proses perijinan yang panjang disertai hitungan yang cermat agar perusahaan tidak dirugikan. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar teman-teman di dua perusahaan ini bisa lebih ulet dan kerja keras untuk memanfaatkan peluang di sisi operasional semaksimal mungkin sehingga perusahaan tidak semakin terpuruk.

Komisaris juga mengkritisi tentang penyelesaian likuidasi PT Rajawali Gloves yang sampai sekarang masih berlarut-larut. Eks-mitra kerja kita yang di Amerika dan Korea saat ini tidak jelas keberadaannya sehingga sulit untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari mereka sebagai mitra pemegang saham meskipun RNI sudah mengikuti semua prosedur hukum sesuai dengan saran dari penasihat hukum.

Satu lagi yang dikritisi adalah kendala yang dihadapi RNI terkait rencana komersialisasi aset yang ada di MT Haryono. Sebagaimana kita ketahui, aset properti RNI berada di daerah yang sangat strategis sehingga mempunyai nilai yang sangat tinggi untuk dikomersiilkan. Namun demikian, terkait dengan ketentuan yang direkomendasikan oleh DPR Komisi VI Panja Aset, perlu dilakukan pola kerja sama atau komersialisasi aset dengan penuh kehati-hatian sehingga tidak ada ketentuan yang dilanggar.

IMG-20160714-WA0002

Masalah lain yang perlu kita perjuangkan adalah tuntutan atas kewajiban perpajakan di masa lalu yang nilainya sangat besar. Hal ini bukan hanya dihadapi oleh RNI saja tetapi juga oleh PTPN, khususnya yang terkait dengan PPN Jasa Giling. Kita berharap agar segera dicapai penyelesaian yang seadil-adilnya yang tidak berdampak pada pengeluaran uang perusahaan.

Satu hal lagi yang dikritisi oleh Komisaris dan hal ini harus bisa kita selesaikan bersama adalah membuat subsidiary governance yang mengatur hubungan dan mekanisme kerja antara induk dan anak perusahaan. Adanya kebijakan Holding tentang ISC (Integrated Supply Chain) dengan memanfaatkan Nusindo sebagai pelaksananya bisa menjadi pintu gerbang awal untuk menyusun subsidiary governance yang komprehensif. Saya yakin apabila ini bisa dibuat dan dilengkapi serta ditetapkan sebagai keputusan Holding sebagai pemegang saham, maka tidak ada lagi permohonan persetujuan kepada Komisaris yang setiap saat harus dibuat karena dianggap ada langkah yang menyimpang dari kebijakan internal Direksi setempat.

Saya berharap, dengan kerja keras kita semua maka kekurangan-kekurangan yang ada pada kita setahap demi setahap bisa kita perbaiki bersamaan dengan kita semakin meningkatkan kinerja operasional kita mengahadapi tantangan yang lebih berat di tahun 2016.

Semoga Allah SWT  selalu membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita semuanya. Amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta,   Juni 2016.

Didik Prasetyo

# 24 Management Trainee : Pilih orang yang tepat !

 

Assalamualaikum wr.wb.

Talent is the No. 1 priority for a CEO. You think it’s about vision and strategy, but you have to get the right people first.” Andrea Jung, Grameen America.

Saya sangat meyakini kebenaran quotes dari Andrea Jung tersebut, apalagi datang dari seorang wanita yang sukses seperti dia. Ms. Jung adalah President dan CEO  Grameen America, organisasi nonprofit di bidang microfinance yang didirikan oleh  Nobel Peace Prize winner, Muhammad Yunus. Grameen Bank sendiri asal muasalnya adalah dari Bangladesh, tetapi di Amerika di bawah kepemimpinan Andrea Jung tumbuh menjadi organisasi yang sangat besar dengan menyalurkan kredit kepada jutaan usaha kecil.

Ya, sebagus apapun visi-misi dan strategi suatu perusahaan, yang pertama harus didahulukan adalah memilih orang yang tepat untuk menjalankannya. Dengan kata lain, intinya adalah pada recruitment dan selection.

Itu juga yang menurut saya menjadi salah satu kunci keberhasilan SDM RNI selama ini.

DSC_0262

Bagi teman-teman pemerhati masalah manajemen korporasi pasti pernah membaca majalah SWA. Saya berharap begitu, jangan hanya baca Men’s Health atau Popular saja.  Sesekali perlu ikuti topik manajemen yang sedang nge-trend disitu. Menurut versi SWA, RNI termasuk perusahaan yang sukses dalam menjalankan kaderisasi dari dalam atau tepatnya sebagai : Indonesia Best Companies In Creating  Leaders From Within 2016.  Silakan cari dan beli majalahnya, persisnya di edisi 10 XXXII 12-15 Mei 2016. Harganya juga tidak mahal.

Memang RNI bukan satu-satunya, tetapi RNI menjadi satu dari sedikit BUMN yang terpilih, yaitu : Pertamina, Bank Mandiri, PLN dan RNI.

Mandiri dan Citibank adalah 2 besar di kategori Financial Service Companies, sedangkan RNI bersama Pertamina dan PLN masuk kategori Non-Financial Service Companies.

Ada lima kriteria yang digunakan dalam pemilihan tersebut.

Yang pertama adalah : A well rounded company with vision, mission where business strategies align with people strategies.

Di RNI group, visi dan misi perusahaan selalu terkomunikasikan dengan baik. Mengapa? Semua anak perusahaan pasti menyusun RJPP (Rencana Kerja Jangka Panjang Perusahaan) atau Strategic Plan yang disusun oleh mereka sendiri sehingga tentunya melibatkan seluruh staf terkait di anak perusahaan tersebut. Disamping itu, pelatihan jabatan secara berjenjang mulai dari BMDP (Basic Management Development Program) hingga tingkat tertinggi (SMDP/SEDP) berisi tentang teori penyusunan RJPP. Tentu saja, mau tidak mau mereka akan mendalami dan mempelajaari RJPP masing-masing sehingga boleh dikatakan kemauan perusahaan sudah aligned dengan kemauan individu tersebut.

Kriteria yang kedua adalah : Have a comprehensive leadership frame work and strong implementation that supports a sustainable leadership from junior managers up to senior executives.

Kita tahu juga bahwa di RNI Group, terutama di anak-anak perusahaan, jenjang pengisian kader pimpinan juga berjalan dengan baik. Banyak teman-teman yang mencapai jenjang tertinggi melalui persiapan yang matang sejak dari awal.

Development Programs are linked to Talent Management and Succession Planning.

RNI punya data base yang lengkap sebagai bahan untuk pengembangan karyawannya, baik melalui pelatihan, mutasi, rotasi sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing. Kader pengganti untuk setiap posisi strategis selalu ada dan disiapkan, minimal 3 orang.

Proven leaders that born from within their organization and developed through their leadership programs.

Lahirnya para pimpinan unit di RNI sudah teruji, baik melalui penilaian berjenjang dalam prestasi sehari-hari melalui SMK (Sistem Manajemen Kinerja), maupun berbagai macam penugasan. Pelatihan-pelatihan jabatan yang diadakan, selalu bermuatan tentang kepemimpinan, baik di tingkat eksekutif maupun sejak dari bawah.

Have a significant business impact through their leaders.

RNI secara berkala juga memberikan penghargaan lewat Festival Inovasi yang diuji oleh pihak luar, terutama aspek implikasinya terhadap perbaikan kinerja yang dihasilkan. Para pemenangnya juga teruji di forum yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

Dengan terjawabnya lima kriteria tadi, tidak heran RNI bisa masuk 5 besar non-financial service companies meskipun tidak sehebat Mandiri atau Citibank dalam mencetak kader-kader pimpinan yang berkiprah di luar perusahaan.

RNI pada dasarnya sejak dari level staf yang paling bawah menyiapkan dan mengakomodir calon dari bawah. Itulah sebabnya ada program P2K bagi karyawan non-staf berprestasi untuk meraih jenjang lebih tinggi sebagai karyawan pimpinan. Teman-teman non-staf ini kaya akan pengalaman lapangan tetapi biasanya lemah di perencanaan dan pemikiran strategis. Cobalah kita amati disekitar kita. Banyak teman-teman ketika menjadi salesman prestasinya luar biasa. Target selalu bisa tercapai. Lincah mengejar omzet kesana kemari. Memiliki jaringan dan hubungan yang baik dengan customer. Dengan prestasi tersebut, tanpa persiapan yang memadai, diangkatlah dia menjadi supervisor. Sekarang dia harus membawahi beberapa salesman, melakukan perencanaan, melaksanakan pengawasan dan juga membuat forecast untuk beberapa waktu ke depan. Ada yang berhasil dengan mengandalkan prinsip learning by doing, tetapi banyak juga yang prestasinya menjadi merosot karena kurang dibekali ilmu manajemen POAC (Planning-Organizing-Actuating-Controling).

Idem di agro juga seperti itu. Ketika menjadi mandor kebun, prestasinya luar biasa. Areal sampai 50 ha yang dikelolanya (tanaman tebu) menghasilkan produksi yang bagus. Tidak pernah kekurangan tenaga kerja, bahkan bisa membantu teman yang lain. Rajin menjemput bola untuk mencari bibit, pupuk, traktor dan sarana lain yang diperlukan kebunnya. Berkali-kali menjadi juara mandor berprestasi. Singkat cerita, diangkatlah dia menjadi SKW (Sinder Kebun Wilayah) tanpa persiapan yang memadai. Mulailah ada aspek perencanaan areal, pengendalian keuangan, pengawasan, dsb. Ternyata kinerjanya sudah tidak sekinclong ketika dia menjadi pelaksana. Disinilah perlunya program P2K sebagai pintu gerbang rekrutmen jalur internal sekaligus membekali teman-teman ini dengan ilmu manajemen yang memadai.

Untuk kaderisasi jangka yang lebih panjang lagi, dalam rangka menyiapkan seseorang menjadi Kabag PG atau Kacab, atau sampai tingkat GM, bahkan Direktur… bahkan kalau perlu jadi Direksi Holding, dibuatlah jalur Management Trainee Program (MT).

MT yang diadakan sekarang ini sudah merupakan  MT Angkatan XVIII. Jumlahnya hanya 41 orang, tetapi proses penyaringannya sudah berlapis-lapis. Pelamarnya membludak luar biasa, yaitu tidak kurang dari 11.000 orang ! Jumlah itu terdiri dari berbagai bidang yang dibutuhkan saat ini, yaitu : Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Pertanian, Akuntansi dan SDM.

CEO NOTE 24

Kali ini, proses rekrutmennya kita outsourcing-kan ke  PPM. Suatu lembaga yang sudah diakui keandalannya secara nasional dalam rekrutmen dan seleksi, termasuk untuk calon-calon Direktur BUMN.

Seleksinya terpaksa harus disebar di 3 kota : Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Registrasi dilaksanakan secara on line melalui Web PPM Manajemen.

Tahap seleksi dilakukan secara berlapis sejak dari seleksi administrasi, tes potensi, tes psikologis (termasuk wawancara dan FGD), wawancara user dan tes kesehatan.

Bukan hanya seleksinya yang berlapis, setelah diterimapun mereka masih menjalani pelatihan sebagai trainee yang berlapis. Fase pertama (Orientasi Korporasi), para MT diberi pengenalan tentang PT RNI. Tidak tanggung-tanggung, semua Direksi RNI turun gunung untuk memberikan materi dalam pelatihan fase tersebut. Fase ini dilaksanakan di Pusdiklat Zeni TNI AD Bogor dengan materi selain pengenalan RNI adalah pembinaan mental, disiplin, kepemimpinan, team work dan baris berbaris. Bagi anda yang berteman dengan Direksi RNI di media FB pasti juga bisa melihat disitu bahwa para peserta MT ini juga berlatih bongkar pasang senjata api. Ketrampilan ini jelas tidak dimiliki oleh kita semuanya, kecuali mereka yang pernah ikut Menwa.

Selesai pelatihan fase pertama, kemudian ditetapkanlah mereka ke anak perusahaan yang membutuhkan, termasuk ke PT Mitra Kerinci yang baru pertama kali ini mengikuti program seleksi MT. Di anak perusahaan masing-masing mereka akan terus mengikuti pelatihan fase berikutnya, yaitu pengenalan bidang kerja, pengenalan unit kerja, magang dan terakhir juga masih akan dievaluasi apakah mereka layak untuk diterima sebagai karyawan tetap atau tidak.

DSC_0241

Alhamduliah model MT ini sudah cukup teruji di RNI. Jumlah yang sampai sekarang masih berkarir di RNI sudah mencapai 311 orang.

Dari para MT tadi saat ini sudah ada yang berhasil menduduki posisi tertinggi sebagai Direktur di anak perusahaan RNI Group.

Saya sangat berharap agar tenaga-tenaga baru ini nanti dapat bersatu-padu dengan tenaga yang sudah ada untuk membentuk The Winning Team di tiap-tiap unit usaha sehingga mampu menghadapi tantangan yang semakin tahun semakin berat.

Semoga Allah SWT  selalu membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk menjalankan tugas-tugas yang kita hadapi dengan  sebaik-baiknya.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta,  24  Juni 2016.

 

Didik Prasetyo

 

 

# 23 Ujian Mendebarkan Bagi IKAGI

Assalamualaikum wr.wb.

Ada sebuah joke yang masih berkesan bagi saya sampai sekarang. Diceritakan pada suatu ketika sekelompok wisatawan sedang bertamasya naik ferry mewah di sungai Rhein di Eropa yang sedang dingin-dinginnya. Kalau sampai di suatu obyek yang menarik, ferry akan berhenti dan wisatawan berkumpul untuk mendengarkan cerita si tour guide yang tentunya sangat menarik. Suatu saat, ketika ferry berhenti dan rombongan wisatawan sedang terpesona mendengar penjelasan tentang suatu obyek yang di latarbelakangi kisah cinta yang dramatis dari si pemandu wisata, tiba-tiba mereka dikejutkan  oleh tindakan seorang gadis cantik yang berlari ke arah pinggir ferry, dan byuuuurr…. si gadis ternyata menceburkan  diri ke sungai yang sangat dingin.  Tentu saja semua kaget dan terpana melihat tindakan nekat si gadis. Mereka berebut ke pinggir ferry untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh tindakan seorang pemuda yang dengan gagah berani langsung mencebur  ke sungai untuk menolong si gadis. Akhirnya, dengan heroik, si pemuda bisa membawa kembali si gadis  dengan selamat ke atas  kapal. Dengan gegap  gempita  semua menyambut kehadiran si pemuda. Tetapi, mengherankan sekali, si pemuda hanya diam saja dan hanya memandang semua anggota rombongannya satu persatu. Setelah semua berlalu, salah seorang teman dekat si pemuda bertanya, mengapa dia seperti tidak bergembira dielu-elukan bak  pahlawan oleh orang seluruh penumpang ferry. Si pemuda menjawab : “Saya sebenarnya sedang mencari orang yang tadi mendorong dan menceburkan saya ke sungai….”

CEO Note 23

Demikianlah, dalam kongres IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) yang ke XI, tanggal 4 Mei di Surabaya, diluar dugaan saya terpilih menjadi nakhoda baru organisasi ini. Jabatan ini sekaligus juga menjadi semacam “tradisi” di RNI karena 2 Dirut sebelumnya juga menjadi Ketua IKAGI, yaitu Pak Rama Prihandana dan Pak Bambang Prijono Basuki.  Sebagai “New Kid On The Block”  di dunia pergulaan, amanah sebagai Ketua IKAGI ini bagi saya sungguh merupakan tantangan yang luar biasa. Marilah kita simak tekad para pendiri IKAGI yang termaktub di dalam  “mukadimah” Anggaran Dasar , yang menurut saya sungguh sangat mulia :

Kami para ahli yang berkecimpung dalam perindustrian gula, sadar akan tanggung jawab untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan perkembangan industri gula dalam arti luas, serta dengan keahlian yang ada akan berusaha untuk mengembangkan industri gula semaksimal mungkin demi darma bakti kami dalam ikut serta  mewujudkan tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45

Saya beruntung, saat ini para pelaku industri gula sudah tergabung dalam organisasi yang mewadahi kepentingan masing-masing dalam memperjuangkan kemajuan industri gula Indonesia. Para ahli gula secara individu tergabung dalam IKAGI. Para pengusaha produsen gula tebu, baik BUMN maupun swasta, tergabung dalam Asosiasi Gula Indonesia (AGI). Para petani tebu tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Dan Insya Allah semuanya akan tergabung dalam Rumah Gula Indonesia (RGI) yang saat ini saya fasilitasi untuk menempati suatu kantor milik PT RNI di komplek Mega Kuningan yang lokasinya berseberangan dengan gedung RNI.

Mengapa saya sebut tantangan bagi Ketua IKAGI saat-saat ini sangat luar biasa?

Tantangan mendasar yang dihadapi oleh IKAGI dan para pelaku industri gula di organisasi manapun, termasuk petani dan Pemerintah, saat ini masih belum terjawab. Produksi gula nasional yang masih jauh dari harapan masih belum bisa ditingkatkan secara signifikan. Dari kebutuhan 5,8 juta ton, baru tercukupi disekitar angka 2,5 juta ton saja. Tahun yang lalu bahkan kurang dari 2 juta ton. Sisanya dipenuhi dari impor dalam bentuk raw sugar yang diolah oleh pabrik gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Untuk memperkecil gap tersebut, Menteri BUMN sudah mencanangkan tekad agar PG-PG BUMN dapat mencapai target 3 juta ton di tahun 2019.

Produksi yang rendah ini terkait dengan dua hal. Pertama, rendahnya produktivitas gula yang terutama disebabkan oleh rendahnya rendemen. Sebagian menuding rendahnya efisiensi PG sebagai penyebab utamanya, sehingga tuntutan agar PG direvitalisasi sering terdengar. Tentu saja hal ini menjadi tantangan yang sangat besar bagi para ahli gula untuk mengerahkan semua kemampuannya memperbaiki kinerja PG, baik on farm maupun off farm. Kedua, minat petani untuk menanam tebu makin berkurang sehingga areal makin menurun. Hal ini terutama disebabkan rendahnya daya saing tebu terhadap komoditi lain.

Ibarat orang sekolah, ini adalah pelajaran dasar yang ujiannya harus dilewati untuk bisa naik kelas  ke jenjang berikutnya. Kalau dianalogikan dengan joke kapal pesiar tadi, pelajaran dasar ini adalah pelajaran berenang. Kalau  belum piawai berenang bagaimana bisa menolong gadis cantik yang tiba-tiba nyebur  ke sungai? Tentu saja ini bukan semata tugas IKAGI. Aspek dukungan kelembagaan menjadi ranah Pemerintah, aspek bisnis menjadi ranah korporasi, aspek sosial ekonomi ada di sisi petani dan aspek riset dan pengembangan ada di area para akademisi (Perguruan Tinggi, LPP, P3GI). Saya cukup lega ketika mengintip program AGI yang dikemas  sebagai program terpadu Rumah Gula Indonesia, sudah dipikirkan  untuk membuat rencana kerja yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan gula  di atas.

Sayang sekali, belum lagi sempat  ada konsolidasi dengan para pihak  tadi, sudah terjadi langkah yang berani dari Ibu Menteri BUMN. Ini ibarat gadis cantik yang berlari menceburkan diri ke sungai yang sedang membeku. Semua orang seperti tersihir dan terpana, belum langsung bereaksi tetapi kemudian gaduh dengan segala tanggapan dan komentar.

Saya kira semua sudah paham dengan apa yang saya maksud. Langkah berani tadi adalah kebijakan Bu Menteri  meminta PG  BUMN  memberikan jaminan rendemen petani minimum 8,5. Sebagai kompensasi, PG diberi kuota untuk mengolah raw sugar. Di sisi lain, ini yang sedang menjadi trending topic di media, PG BUMN harus mampu menjaga harga gula di tingkat konsumen pada nilai yang wajar.

Kalau kita ingin menyikapi kebijakan ini, menurut pendapat saya tidak bisa hanya melihat  sepotong-sepotong, apalagi hanya  dari sisi teknis  saja.

Marilah kita lihat kebijakan ini dari kerangka besar atau big picture atau grand designnya secara utuh.

Saya melihat bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah tetap pencapaian target 3 juta ton gula di tahun  2019. Tujuan itu ingin dicapai melalui  tiga sasaran  antara. Pertama, meningkatkan pendapatan petani tebu melalui jaminan rendemen minimal 8,5. Nilai ini akan dapat setara dengan sekitar  Rp. 60.000,- per kuintal  tebu atau senilai Rp. 42 juta per Ha untuk produksi sekitar 70 ton tebu per Ha.

CEO Note 23.jpg1

Dengan jaminan rendemen ini maka petani tebu akan lebih bertambah kepastian pendapatannya meskipun masih ada kemungkinan fluktuasi produksi karena iklim. Dari segi harga juga akan menjadi lebih pasti karena dikendalikan oleh Pemerintah melalui PG BUMN. Hal ini sangat berbeda dengan komoditi lain seperti cabe, bawang merah atau bahkan beras yang bisa sangat fluktuatif terutama akan turun drastis menghadapi panen raya.

Dengan pendapatan  yang menarik ini, harapannya petani yang sudah beralih komoditi akan kembali  menanam tebu sehingga produksi gula akan kembali meningkat.

Kedua, memberikan kesempatan kepada PG untuk mendanai revitalisasinya dari laba hasil pengolahan raw  sugar setelah dikurangi biaya untuk mensubsidi petani. Inilah ujian dan tantangan mendebarkan yang harus  dijawab  oleh para anggota IKAGI yang masih menjadi karyawan aktif PG. Bagaimana upayanya  agar rendemen raw sugar bisa dicapai setinggi mungkin dengan biaya olah serendah  mungkin. Karena kegiatan impor  raw sugar-nya juga diserahkan kepada masing-masing perusahaan gula BUMN, maka kepiawaian  dalam mengimpor juga memegang peranan sangat penting, mulai dari memilih barang, menegosiasi harga sampai ketepatan waktu pengiriman ke PG agar raw sugar tersebut bisa diolah dalam masa giling (DMG).

Ketiga, menjaga harga di konsumen di tingkat  yang  terkendali. Kalau sekarang harga gula sampai Rp.19.000 per kg, nantinya diharapkan dapat ditekan di sekitar Rp.11.000 atau Rp.12.000 per kg. Dalam hal ini, petani akan diminta untuk menjual gulanya ke PG dengan mekanisme sistem pembelian tebu (SPT) sebagai kompensasi atas jaminan minimal rendemen yang diberikan  PG. Dengan penguasaan pasar yang diharapkan mencapai 66%, perusahaan gula  BUMN  akan mampu ikut menjaga harga di tingkat konsumen pada kondisi wajar.

Itulah tindakan berani mencebur ke sungai yang sedang  membeku yang dilakukan si gadis cantik tadi. Tinggal menunggu  pemuda mana yang akan dengan gagah berani menyusul terjun ke sungai itu dan kemudian menyelamatkan sang gadis?

Bedanya sekarang, kita sebagai calon pemuda tadi sudah bisa membuat perhitungan dengan cermat dan profesional. Sebagai ahli gula yang tergabung  dalam  IKAGI dan sebagai insan RNI yang harus berjiwa merah putih, kita sudah mempunyai perhitungan disertai tekad dan semangat untuk berbuat yang terbaik bagi perusahaan, bagi kehormatan profesi, bagi negara dan bangsa.

Yang sangat penting lagi adalah bahwa  kita  tidak sendirian memikul beban ini. Para pemangku kepentingan banyak yang mendukung agar kebijakan ini dapat terwujud. Salah satunya adalah AGI yang menjadi wadah perusahaan gula tebu. Organisasi ini sedang berusaha mencari model dengan bekerjasama dengan LPP  dan P3GI untuk  mencari  terobosan agar kebijakan ini dapat berjalan dengan optimal dalam arti tidak ada pihak yang dirugikan.

Selebihnya, kita juga tidak sedang berwisata sendirian, masih banyak ferry-ferry  lain disekitar kita yang membawa penumpang pemuda gagah berani yang sudah siap untuk terjun dengan penuh semangat dan perhitungan yang matang jika sewaktu-waktu ada gadis cantik yang menceburkan diri ke sungai.

Hukum alam sudah menunjukkan bahwa siapa yang paling siap untuk bersaing dengan bekal ilmu yang cukup, sikap profesional yang handal dan semangat juang yang tinggi, maka dialah yang akan memenangkan persaingan.

Kita lihat bersama dalam realisasi giling tahun 2016 ini.

Selamat menjalankan giling tahun 2016. Semoga Allah SWT  memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk menjalankan tugas yang  berat  ini dengan  sebaik-baiknya.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta, 20 Juni 2016.

Didik Prasetyo

# 22. Level Permainan Makin Advance, Dibutuhkan Penempatan Pemain Yang Tepat : Let’s Get It Down

22. Level Permainan Makin Advance, Dibutuhkan Penempatan Pemain Yang Tepat : Let’s Get It Down

Assalamuaikum Wr. Wb

Maaf lama tidak muncul, melalui CEO Notes saya yang ke 22 ini saya ingin berbagi cerita, karena ibarat main game, ini saat-saat saya tidak boleh lepas dari joystick. Level 1, masih bisa dimainkan sambil leyeh-leyeh, Level 2 sudah mulai harus agak bangun…Saat ini sudah level permainan yang makin advance, saya sudah harus memeras otak lebih keras dan menyusun strategi yang paling tepat, dudukpun harus makin tegak, mata tidak boleh berkedip bahkan tanganpun harus makin erat dan lincah memainkan tombol-tombol simbol yang ada di joystick supaya gawang saya tidak kebobolan dan disisi lain harus membobol gawang lawan sebanyak-banyaknya.

Itu adalah gambaran saat saya bermain game sepak bola “FIFA 2015” bersama anak saya. Main game bersama anak saya adalah sarana untuk menghabiskan waktu libur saya di rumah.

Ibarat main sepak bola, PT RNI saat ini menghadapi serangan yang sangat gencar dan bertubi-tubi dari pihak lawan yang selalu mengancam gawang PT RNI. Dalam kurun waktu yang singkat di Triwulan pertama tahun ini, banyak kegiatan-kegiatan baik eksternal maupun internal yang pelan-pelan merayap mencapai klimaksnya dan diujungnya banyak keputusan-keputusan strategis yang harus diambil, yang risikonya bisa menyenangkan atau mengecewakan penonton atau bahkan pemilik klub.

Dalam kondisi dan situasi seperti ini dibutuhkan soliditas di semua lini agar seberat apapun beban yang dipikul Inshaa Allah terasa ringan.

Itulah sebabnya pada saat PT RNI menggelar acara RNI Award XI sekaligus Inovation Award bulan Maret 2016 yang lalu di Semarang, saya menyampaikan beberapa pesan kepada seluruh jajaran PT RNI dan anak perusahaan, baik itu para pucuk pimpinan, para GM, Kepala Cabang, Serikat Pekerja, sampai level karyawan paling bawah hal-hal yang menjadi isu strategis dan bagaimana kita harus menyikapi semua itu.

RNIAward

Terkait dengan isu-isu strategis di RNI pesan yang saya sampaikan banyak meminjam dari budaya Jawa yang cukup adiluhung seperti MULAT SARIRO HANGROSO WANI yang artinya “kita harus berani mengakui kelemahan kita sendiri”, agar kita mampu melakukan perbaikan ke depan. Ini saya sampaikan karena saya masih merasakan adanya semangat yang belum sama, atau cara pandang yang masih berbeda bahkan langkah yang kita jalani pun belum sama cepatnya.

Oleh karena itu agar supaya semangat, cara pandang maupun gerak langkah seluruh jajaran di PT RNI Group kembali harmonis, maka kita perlu memiliki “sense of belonging” atau RUMONGSO MELU HANDARBENI. Sebagai ladang ibadah insan RNI, perusahaan ini harus kita jaga dan kita rawat dengan penuh rasa sayang dan cinta agar selalu mengalirkan amal ibadah untuk kita semua. Disisi lain agar supaya perusahaan ini aman dan selamat dari segala gangguan dan rintangan, segenap insan RNI mesti memberikan yang terbaik bagi perusahaan “do your best” sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing atau kita abdikan seluruh tenaga dan pikiran kita dengan penuh tanggung jawab. Dalam budaya jawa sering kita sebut dengan istilah WAJIB MELU HANGRUNGKEBI.

Dalam kesempatan ini pula saya mengucapkan Selamat sekali lagi kepada Direksi PT PG Rajawali I beserta jajaran yang telah meraih predikat “The Best Subsidiary Company” sekaligus salah satu Tim Inovatornya memenangkan Juara I hasil Inovasinya. Double Winner telah diraih oleh PT PG Rajawali I, saya berharap hal ini akan disusul anak perusahaan PT RNI yang lain. Selain itu selamat juga kepada seluruh Direksi anak perusahaan, Tim Inovasi dan karyawan yang menorehkan prestasi terbaik apapun katagorinya dalam ajang RNI Award and Inovation Award tersebut.

Kembali pada game sepak bola FIFA 2015 yang sedang saya mainkan bersama anak saya dimana PT RNI merupakan Tim yang saya manajeri, serangan bertubi-tubi telah ditujukan kepada RNI dan saya perlu menata ulang para pemain Tim RNI agar pertahanan saya makin kuat dan serangan saya makin tajam. Bila perlu strategi zona marking harus diubah menjadi man to man marking dan dalam menyerang ikut strategi tiki taka ala Barcelona.

Pemain pertama yang saya tempatkan adalah Sdr. Ahmad Sufi (Kacab Nusindo Cabang Surabaya I) sebagai Direktur PT Mitra Rajawali Banjaran, salah satu anak perusahaan PT RNI yang sudah kembang kempis napasnya menghadapi iklim persaingan yang sangat berat. Dengan penempatan Sdr, Ahmad Sufi yang telah berhasil membuat Dua Cabang terdahulu meraih sertifikat CDOB (Cara Distribusi Obat yg Baik) dengan omzet yang tinggi saya berharap PT MRB akan semakin pesat kemajuannya.

Pergeseran-pergeseran di tingkat GM juga merupakan hasil seleksi dan pilihan bersama antara Direksi PT RNI Holding selaku pemegang saham dengan Komisaris dan Direksi anak perusahaan masing-masing. Walaupun agak sedikit memakan waktu, tetapi saya yakin ini adalah “the winning team” yang disupport oleh seluruh organ perseroan.

Untuk menggali informasi lebih dalam dan meyakini apakah keputusan itu tepat atau tidak, saya menyempatkan diri datang di Rakernas Konfederasi Serikat Pekerja PT RNI Group di Batu Malang siapa tahu ada masukan-masukan yang lebih baik. Alhamdulillah KSP PT RNI Group mendukung penuh kebijakan Direksi holding. Salut untuk teman-teman KSP PT RNI yang dikomandani oleh Sdr. Arsyal.

Putaran terakhir adalah pengisian jabatan HEAD yang kosong karena adanya penyegaran sebagai salah satu bentuk evaluasi kinerja karyawan. Mekanisme lelang jabatan tetap ditempuh sesuai dengan ketentuan yang berlaku, namun dalam perkembangannya ada salah satu peserta yang lolos dalam Short List, saya ambil untuk saya tempatkan langsung di pos yang saya butuhkan. Disini saya gunakan hak prerogatif Direksi untuk menempatkan yang bersangkutan di pos yang saya pandang tepat untuknya.

Head

Salah satu hal yang saya pandang sangat positif adalah sebagian besar penempatan pegawai-pegawai tersebut baik Direksi, GM, Head maupun Staf tersebut baik yang promosi maupun mutasi ternyata rata-rata kembali berkumpul dengan keluarganya. Dengan demikian saya bisa berharap mereka akan memberikan yang terbaik bagi perusahaan karena mereka tidak perlu lagi memikirkan setiap akhir pekan harus pulang ke keluarganya karena setiap hari sudah bisa berkumpul dengan keluarga. Hal ini sering saya sampaikan di beberapa pidato saya didepan pegawai PT RNI Group bahwa keluarga memegang perang kunci dalam pencapaian kinerja para pegawai.

Kepada pak Sufi, Bu Nina, pak Fifin, pak Yassir, pak Adang, pak Giri, selamat berkumpul kembali dengan keluarga dan tolong berikan kinerja terbaik bagi perusahaan.

Kepada semuanya, para pimpinan yang baru terpilih, saya ajak anda untuk masuk ke dalam game yang sesungguhnya, mari bermain dengan baik dengan semua skill yang kita miliki, supaya strategi bertahan maupun menyerang kita makin kuat dan tajam sehingga saya ngga bolak balik kalah lagi sama anak saya.

So, enjoy the game…and let’s get it down!

Wassalamualaikum wr wb

Jakarta, 25 April 2016

Didik Prasetyo

 

# 21 . Tetap Semangat Ditengah Persaingan yang Makin Ketat (Executive Forum RNI)

# 21 . Tetap Semangat Ditengah Persaingan yang Makin Ketat (Executive Forum RNI)

Assalamualaikum wr.wb.

Sejak memasuki awal tahun 2016, tak terasa waktu saya banyak tersita di luar kantor diawali dari kunjungan ke PT Mitra Kerinci Sumatera Barat, lanjut ke Jawa Timur dan Bali ditambah beberapa minggu terakhir ini lebih sering ke Jawa Tengah. Saya melihat semangat teman-teman di jajaran PT RNI Group sangat besar dan antusiasme yang tinggi mulai menghinggapi setiap insan RNI, apalagi setelah berbagai upaya perbaikan yang dilakukan oleh teman-teman Direksi holding beserta jajaran karyawan PT RNI Group pada tahun 2015 menunjukkan hasil yang nyata. Namun akhir-akhir ini laju bisnis PT RNI Group dihadapkan pada jalanan yang mulai menanjak, berkelok-kelok dikelilingi oleh tebing-tebing terjal dan jurang yang menganga di kiri kanan jalan yang dilalui oleh PT RNI yang siap menelan RNI untuk masuk ke jurang lagi bila tidak waspada.

Jalanan menanjak, berkelok-kelok dengan tebing-tebing terjal dan jurang yang menganga tersebut ibarat dunia bisnis yang akan dihadapi PT RNI ke depan yang diprediksi akan sangat ketat nuansa persaingannya baik secara nasional maupun internasional. Persaingan nasional ditandai dengan adanya kenaikan UMK yang sangat tinggi di beberapa daerah, kondisi iklim yang diprediksi lebih basah dari tahun lalu, penyusutan lahan tebu dibarengi dengan berdirinya pabrik-pabrik gula baru baik milik BUMN maupun swasta, harga komoditi perkebunan yang belum akan membaik, penutupan beberapa industri manufaktur yang sudah bertahun-tahun beroperasi di Indonesia.

Dari sisi internasional, dengan berlakunya MEA Indonesia dipandang oleh negara-negara ASEAN sebagai pasar yang sangat potensial. Di beberapa diskusi, saya mendengar kalau negara-negara ASEAN telah menyiapkan tenaga kerja mereka untuk mempelajari berbagai budaya atau bahasa Indonesia dan semua seluk beluk tentang Indonesia agar mampu bersaing dengan orang Indonesia nantinya. Apa reaksi kita sebagai bangsa Indonesia? Lagi-lagi saya peroleh informasi dari dunia Sosmed, sebagian besar berteriak menyalahkan Pemerintah yang membiarkan banjirnya tenaga kerja asing di Indonesia, sementara kita berdiam diri dengan banyaknya tenaga kerja Indonesia di luar negeri yang unskill….bahkan bila mereka mengalami perlakuan yang tidak manusiawi, kita hanya diam atau berteriak lagi menyalahkan Pemerintah, apalagi kalau kadang kala ada yang menipu TKW yang datang ke Indonesia membawa hasil jerih payahnya, paling hanya prihatin…..Saya yakin bila reaksi kita seperti ini, semua lapangan kerja akan diisi oleh orang-orang asing, perusahaan akan lebih memilih mereka daripada kita orang Indonesia asli karena mungkin mereka lebih produktif, tidak banyak bicara tetapi lebih banyak bekerja. Kita…..lebih banyak bicara daripada bekerja. Saya tidak bemaksud menjelek-jelekkan bangsa sendiri namun ingin mengajak kita semua tidak perlu menunggu Pemerintah, tidak perlu menunggu atasan atau ajakan teman, mulai sekarang, mulai dari diri kita sendiri, mari siapkan diri agar kita tidak dilibas oleh perkembangan jaman. Mari kita tingkatkan kompetensi kita, mari kita bangun dan ubah genetik kita menjadi genetik super agar para tenaga-tenaga asing yang akan masuk ke Indonesia nanti kecele karena kita jauh lebih unggul dari mereka.

Dilingkup PT RNI Group, saya tak henti-hentinya mengajak seluruh insan RNI untuk menghasilkan kinerja yang terbaik, kalau tidak kita akan dilindas dan dilibas habis. Diluar sudah mengancam ribuan orang yang haus akan pekerjaan..apakah itu tenaga kerja asing atau tenaga-tenaga kerja Indonesia eks PHK. Kebersamaan harus dibangun,semangat harus tetap menyala dan antusiasme harus tetap dimaintain dan rasanya perlu di-doping dengan tantangan yang lebih berat agar adrenalin terpacu dengan lebih cepat. Dimulai dari Kantor Pusat PT RNI Holding, alhamdulillah pak Djoko – DSDM dan Aset sdh memulai melaksanakan kegiatan senam pagi setiap hari Jumat yang diakhiri dengan sarapan bersama seluruh karyawan dengan Direksi, di anak-anak perusahaan hal ini sudah pula dilakukan…Inshaa Allah kebersamaan akan terbangun disini dan kesehatan karyawan lebih terjaga..dampaknya biaya pengobatan perusahaan akan turun…he he ngarep.com

CEOnote21

Selanjutnya tanggal 24 Februari yang lalu, PT RNI mengadakan Executive Forum dengan mengundang pembicara George TK Quek, seorang praktisi dan konsultan leadership yang sangat berpengalaman lebih dari 15 tahun dan sudah memberikan konsultasi kepada lebih dari 3000 eksekutif perusahaan yang tersebar di seluruh dunia. Pembicara kedua adalah pak Firmansyah seorang ekonom muda yang sangat energik, saat ini beliau menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina sekaligus pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT RNI. Meskipun masih sangat muda namun pengalaman beliau sangat banyak khususnya dalam memberikan pemahaman kondisi perekonomian dunia maupun nasional. Pembicara terakhir adalah pak Agus Pakpahan, senior saya, mentor atau guru saya sekaligus dulu pernah menjadi boss saya. Beliau saya minta memberikan pencerahan terkait dengan pentingnya pemberdayaan peran R&D di RNI. Tiga pembicara ini saya nilai sangat tepat untuk membagi ilmu dan pengalamannya kepada seluruh insan RNI terutama kepada para eksekutifnya. Satu berlatar belakang praktisi bisnis yang sudah sangat hebat, satu lagi seorang ekonom muda sekaligus praktisi dan pendidik, mantan staf khusus Presiden bidang ekonomi dan yang satu lagi berlatar belakang peneliti, birokrat sekaligus praktisi bisnis dan pemilik ribuan lalat tentara hitam (black soldier fly) yang siap melahap seluruh sampah baik industri maupun rumah tangga untuk dijadikan produk-produk yang jauh lebih bermanfaat. Saya melihat teman-teman RNI sangat bersemangat mengikuti executive forum ini. Saya berharap kegiatan ini bisa dijalankan secara rutin tiap 2 atau 3 bulanan sebagai wadah silaturahim dan sharing experience seluruh executive di RNI group.

CEOnote21a

Setelah memperoleh pencerahan di forum ini maupun diskusi-diskusi lain, saya ibaratkan teman-teman seperti gadget yang baru di recharge, sehingga akan muncul tenaga baru, semangat baru dan ide-ide baru yang sangat diperlukan untuk menangkap peluang bisnis baru, menghasilkan inovasi baru, yang ujung-ujungnya akan memompa performa perusahaan. Saya yakin bahwa di setiap lini bisnis kita room for improvement-nya masih sangat terbuka lebar. Mumpung sekarang ini Pak Elka – Direktur PU (Pengendalian Usaha dan Manajemen Resiko) sedang gencar-gencarnya bersafari untuk stretching the target di seluruh unit usaha RNI dengan menyusun TOP (Target Operasional) atau SO (Sasaran Operasional), saya sarankan agar semua room yang ada di-explore habis! Di PT Phapros misalnya, seberapa besar produk-produk generic kita sudah bisa masuk standarisasi dalam e-catalog? Semakin banyak produk yang masuk, semakin besar kesempatan kita untuk menang dalam persaingan pengadaan obat di instansi-instansi Pemerintah. Apalagi sekarang pengadaan sudah menyebar sampai ke instansi di tingkat kecamatan bahkan desa. Kalau pada awalnya belanja obat hanya di tingkat Pusat dan kemudian diturunkan ke Dinas Kabupaten, sekarang Puskesmaspun sudah boleh belanja sendiri. Sementara itu, produk-produk ethical dan OTC yang mengandalkan pasar reguler dan menghasilkan margin yang jauh lebih besar juga perlu di-challenge dengan lebih keras oleh Pak Syamsul Huda – Direktur Pemasaran PT Phapros agar menghasilkan lebih banyak revenue ke pundi-pundi Phapros.

Di PT Rajawali Nusindo, yang sekarang sedang konsolidasi total setidaknya punya tiga ruang yang bisa digarap untuk peningkatan TOP. Baik dari sisi finansialnya, operasionalnya maupun pemasarannya, mulai dari perputaran cash flow, persediaan maupun produktivitas tiap-tiap salesman.

Dari sisi pengembangan perusahaan, Pak Agung – Direktur Pengembangan dan Investasi, sungguh hebat, jaringan beliau yang sangat luas benar-benar terasa manfaatnya untuk PT RNI Group apakah itu untuk memperkokoh pondasi bisnis PT RNI atau men-spread up nya. Saya minta kepada jajaran GH dan H untuk menyiapkan rencana-rencana implementasinya disertai time frame dan PIC nya agar bisa kita wujudkan secara nyata di PT RNI nanti.

Di PG yang bisa dikerjakan saat ini adalah upaya mengurangi losses di dalam giling nanti, baik dari on farm maupun off farm, mengingat tebu yang ada sudah given, tidak banyak lagi yang bisa dilakukan untuk menambah produksi tebu, kecuali berburu tebu ke PG sebelah. Tapi saya perlu ingatkan lagi bahwa hal ini tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang tidak elok karena ini akan memicu PG lain yang nota bene juga BUMN (mostly) untuk melakukan hal yang sama yang ujung-ujungnya merugikan kita semua.

Upaya pengurangan losses ini tidak perlu muluk-muluk. Coba saja kita kembalikan standar cut to crush time menjadi 24 jam atau 36 jam juga Oke…. Niscaya rendemen akan naik. Apalagi kalau dibarengi dengan menekan pol ampas di bawah 2%, pol blothong, HK tetes dst, dicapai sesuai standar yang normal, masih ditunjang dengan pemakaian uap % tebu yang juga standar, niscaya HPP akan turun. Silakan dieksplore dalam workshop-workshop pencapaian SO PG-PG. Ini tugas yang menantang bagi jajaran Pengendalian Usaha (PU) PT RNI dan Direksi PG untuk men-stretching out targetnya menjadi lebih tinggi lagi. Kuncinya hanya satu, tekad dan semangat untuk terus bekerja keras mencapai yang terbaik.

Jadi, persaingan boleh makin ketat, tetapi kita harus punya semangat yang berlipat untuk menjadi pribadi yang unggul….siapkan diri mulai dari sekarang, mulai dari diri kita tidak perlu menunggu diperintah.

Selamat bekerja, berikan yang terbaik (do the best)..tetap semangat, jangan takut dan jangan khawatir….selama kita punya genetik super kita akan mampu memenangkan persaingan.

Wassalamualaikum wr.wb.

Cirebon, 26 Februari 2016.

B. Didik Prasetyo

# 20 Tantangan bagi para Gulamania RNI (Mengamankan target 3 juta ton PG BUMN 2018)

20 Tantangan bagi para Gulamania RNI (Mengamankan target 3 juta ton PG BUMN 2018)

Assalamualaikum wr.wb,

Tahun 2016 ini benar-benar menjadi tahun yang penuh tantangan bagi bisnis PT RNI group yang ditandai dengan semakin ketatnya persaingan di segala bidang terutama bagi industri gula RNI group. Target produksi gula BUMN yang telah dicanangkan oleh Menteri BUMN ibu Rini Sumarno di dalam roadmap industri gula BUMN, tahun 2018 harus tercapai produksi total 3 juta ton !

Produksi gula BUMN sendiri saat ini (2016) untuk seluruh PG-PG BUMN diperkirakan kurang lebih 1,75 juta ton. Tahun 2019, di akhir roadmap harus mencapai 3,25 juta ton. Berarti pertumbuhannya harus mencapai 17,4% per tahun.

AAL_1399

PT RNI sendiri yang tahun ini tingkat produksi gulanya di angka 309.044 ton, di tahun 2019 nanti harus mencapai 715.079 ton atau tumbuh 43% per tahun. Pertumbuhan sebesar itu tidak mungkin jika hanya mengandalkan organic growth, yaitu mengandalkan perluasan areal, produktivitas, peningkatan kapasitas giling, dsb. Mau tidak mau RNI harus melakukan anorganic growth yang persiapannya juga harus mulai dilakukan di tahun 2016 ini. Ini suatu tantangan yang sangat luar biasa bagi para Gulamania RNI!! Adrenalin para Gulamania RNI menjadi terpacu lebih cepat lagi.

Berbagai upaya dilakukan untuk mencapai pertumbuhan tersebut. PG-PG milik sendiri di-eksplore habis-habisan untuk menggali peluang yang masih ada melalui peningkatan produksi dan efisiensi. PG-PG kiri-kanan dilirik, barangkali ada yang berpotensi untuk dikerjasamakan atau bahkan diakuisisi, potensi-potensi areal dipelototin dan pemilik-pemilik lahannya didekati mana tahu bisa disiapkan untuk mendukung sumber bahan baku tebu bilamana RNI akan membangun pabrik gula baru atau meningkatkan kapasitasnya, sementara areal yang sudah ada harus dipertahankan mati-matian agar tidak beralih fungsi menjadi komoditi lain atau terambil oleh PG sebelah.

Dalam rangka menyusun strategi-strategi giling tahun 2016 tersebut dan pengembangan industri gula RNI kedepan, pada tanggal 26 – 28 Januari yang lalu saya mengumpulkan kader-kader potensial Gulamania RNI untuk melakukan workshop revitalisasi gula dengan sub-topik simulasi strategi giling 2016 dan peluang pengembangan industri gula PT RNI. Ibarat pasukan perang, saya minta para Gulamania RNI sudah menyiapkan diri menghadapi pertempuran dan langkah-langkah untuk invasi daerah musuh. Selayaknya film “Ender’s Game” para Gulamania RNI diberikan simulasi-simulasi oleh Tim Revitalisasi Gula RNI untuk bersiap diri terhadap segala kemungkinan. Memang sifatnya masih simulasi karena data-data yang digunakan masih bersifat asumsi, tetapi dari workshop ini diharapkan dapat disusun garis-garis besar strategi ke depan, baik di bidang Tanaman, Pabrik maupun Keuangan.

DSC_0142

Peserta workshop terdiri dari para pasukan-pasukan muda PT RNI yang direkrut melalui MT persis pola rekrutmen di film “Ender’s Game”. MT yang pertama adalah tenaga-tenaga muda ex Management Trainee, yang didampingi oleh para karyawan PT RNI yang sudah sangat ahli dibidang pergulaan namun masih diistilahkan dengan MT pula. Menurut Pak Rachmad Sartono – Kabid Teknik dan Teknologi PT PG Rajawali I, MT kedua ini adalah singkatan dari “Management Tuek” (bahasa Suroboyo-an tuek = tua).

Tetapi jangan salah, MT muda yang saya sebut “rookie” ini sudah banyak yang menjabat Kepala Bagian di PG atau minimal orang kedua, sedangkan MT tuanya sudah setingkat GM/Kabid, seperti Pak Rachmad Sartono tadi dan juga Pak Santosa – GM PG Tersana Baru.

Secara geografis, mereka mewakili wilayah-wilayah Jawa Barat (Rajawali II), Jawa Tengah/Yogyakarta (PG Madukismo) dan Jawa Timur (Rajawali I dan Candi Baru). Rasanya baru sekarang ini para Gulamania RNI dari delapan penjuru angin berkumpul bersama untuk berbagi pengalaman dan ilmu demi kemajuan RNI secara group, memecahkan berbagai simulasi yang disusun Tim Revitalisasi Gula RNI dibawah komando pak Dwi Purnomo Putranto dedengkot Gulamania RNI yang sudah malang melintang di dunia pergulaan nasional. Simulasi dibuat sedemikian rupa agar antar kelompok saling mendukung dan bahu membahu menyusun strategi untuk memenangkan pertarungan di musim giling 2016 dengan “ultimate goal”nya adalah pemenuhan target-target produksi gula PG-PG lingkup RNI tahun 2016 maupun strategi pengembangan industri gula RNI dalam mendukung target produksi 3 juta ton tahun 2018. Mereka harus menanggalkan egosentrisme masing-masing, melepaskan baju jabatan dan asal muasal PGnya untuk bersatu menyumbangkan pemikiran untuk menyusun strategi-strategi terbaik di wilayah masing-masing.

DSC_0144

Ada 4 kelompok workshop yang masing-masing diberikan simulasi permasalahan yang berbeda-beda. Permasalahan yang dihadapi merekapun dibuat beragam sehingga masing-masing kelompok bisa menyusun strategi-strategi untuk memenangkan pertempuran dan siap untuk dikritisi atau di challenge oleh kelompok lainmaupun Direksi PT RNI Holding. Dari workshop ini saya bisa melihat dan menilai sejauh mana kemampuan para pasukan Gulamania RNI untuk meyakinkan kami para Direksi PT RNI Holding didalam memenangkan persaingan di industri gula tahun 2016 nanti. Bagaimana para “rookie” Gulamania belajar dari para Management Tuek dan bilamana perlu mewarnai dengan pemikiran-pemikiran yang jauh lebih modern namun tujuannya tetep sama memenangkan persaingan. Dari sini saya melihat perpaduan yang serasi dari ilmu-ilmu baru yang lebih modern yang dibawa oleh para “rookie” Gulamania RNI dengan para “Management Tuek” Gulamania RNI. Kalau ini semua diterapkan nantinya, saya bisa berteriak lantang ke seluruh dunia “RNI siap berkontribusi terhadap target produksi gula 3 juta ton tahun 2018 nanti”. Peralatan tempur sudah disiapkan, strategi perang sudah disusun apapun kondisi yang nanti dihadapi, RNI sudah siap menghadapi pertempuran.

Mimpi saya, ke depan RNI benar-benar menjadi RAJA GULA yang sejati. Bukan karena brand gula kemasannya (saja), tetapi karena RNI memiliki para Gulamania yang handal, tangguh dan adaptif terhadap dinamika perubahan yang terjadi.

Terimakasih dan selamat bekerja.

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita semuanya. Amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta, 9 Februari 2016.

Didik Prasetyo

# 19 Safari Menyambut Matahari Terbit

19 Safari Menyambut Matahari Terbit

Assalamualaikum wr.wb,

Judul di atas saya ambil, karena baik dalam arti kiasan maupun arti harafiah memang perjalanan safari saya kali ini benar-benar menemukan keduanya.

Secara kiasan, kunjungan kerja saya kali ini sarat dengan aktifitas yang menyiratkan akan terbitnya harapan baru di cakrawala bisnisnya RNI Group di awal tahun 2016 ini.

Berawal dari kedatangan saya mengikuti Acara Peringatan HUT Ke-2 berdirinya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Gula di Madiun, Jawa Timur. Di usianya yang masih Balita, SMK Gula yang terletak di atas lahan milik PG Rejo Agung Madiun dan dikelola oleh Yayasan Dharmabakti Purnakarya RNI Jawa Timur dibawah pimpinan Pak Boy Basuki Raharjo ini benar-benar mencuri perhatian saya. Prestasinya sangat membanggakan. Berbagai lomba di tingkat Pemerintahan Kota Madiun berhasil dimenangkan. Total sudah 21 piala yang sudah digondol oleh SMK Gula Rajawali ini, mulai dari cerdas cermat, olah raga dan Pramuka. Salut dan apresiasi yang tinggi kepada para pembimbing dan pengelolanya. Ini adalah secercah matahari terbit bagi industri gula RNI di masa depan. Selama ini, rekrutmen tenaga terampil dan terdidik bagi PG diambil dari karyawan kampanye atau musiman yang dasarnya kebanyakan adalah kedekatan dengan karyawan PG saja. Ke depan, dengan adanya SMK Gula ini maka kebutuhan tenaga terampil dan berkarakter akan diambil dari sekolah ini.

CEO19

Dirgahayu SMK Gula Rajawali, semoga semakin sukses dan jaya menyiapkan calon-calon ahli gula yang handal di masa depan.

Hari berikutnya setelah dari Madiun, saya sudah ikut dalam rombongan Menteri BUMN RI Ibu Rini Sumarno melakukan peninjauan Pabrik Gula Glenmore di Banyuwangi.

IGG (Industri Gula Glenmore) milik PTPN XII ini akan menjadi PG termodern BUMN yang dibangun di pulau Jawa. Berkapasitas 6000 TCD, pada saat ini IGG ditopang areal seluas 8000 ha yang semuanya eks HGU Tanaman Keras yang dikonversi menjadi tanaman tebu. Walaupun relatif baru sebagai canegrowers , namun SKW IGG sudah berhasil mencapai produktivitas tebu yang tinggi. Juara pertamanya mampu meraih produktivitas tebu 130 ton per ha dan langsung memperoleh penghargaan yang diserahkan oleh Ibu Menteri BUMN.

CEO19menteri

Bulan Juli 2016 ini, IGG akan melaksanakan giling perdananya. Sebagai sesama BUMN, saya meminta kepada rekan-rekan di PG RNI Jawa Timur menyambut positif kehadiran PG Baru ini. Sasaran yang hendak dikejar oleh Menteri BUMN saat ini hanya satu, yaitu produksi gula PG BUMN harus mampu mencapai 3 juta ton di tahun 2018 !

Sebagai bagian dari keluarga PG BUMN, beban itu juga melekat di pundak kita. Jawabannya, produktivitas PG, terutama rendemen harus terus ditingkatkan. PG Krebet Baru sudah berhasil mencapai rendemen di atas 10. PG-PG yang lain juga harus bisa mengikuti. Bu Menteri juga menuntut agar IGG mampu meraih angka 10 tersebut. Target rendemen 8 yang dicanangkan di giling perdananya masih dianggap terlalu kecil.

Semua pemain gula di Jawa Timur tahu bahwa persaingan untuk mendapatkan bahan baku sangat ketat. Satu-satunya jalan untuk tetap survive, maka semua PG harus meningkatkan daya saingnya agar tetap diminati petani. Apabila semua PG memiliki kesadaran dan mengambil langkah yang sama, yaitu meningkatkan rendemennya, niscaya produksi 3 juta ton tadi akan segera bisa tercapai.Kembali Matahari Terbit yang baru dari Timur akan muncul seiring makin gencarnya persaingan dalam meningkatkan produktivitas gula.

Satu hal lagi yang harus diantisipasi oleh teman-teman PG di Jatim, bahkan akan sampai merembet ke Jateng dan Jabar adalah persaingan dalam mendapatkan tenaga kerja, terutama tenaga tebang! Selain IGG (6000 TCD), harus diingat pula bahwa 2 PG Swasta baru juga mulai beroperasi penuh di Jawa, yaitu GMM (Gendis Multi Manis-4000 TCD) di Blora dan KTM (Kebun Tebu Mas-12000 TCD) di Lamongan. Dengan total 22.000 TCD berarti setara dengan kebutuhan tambahan tenaga tebang 20 ribu orang !

Jika kita lihat sisi positifnya, munculnya PG-PG baru tersebut berarti akan makin mempercepat tercapainya swasembada gula nasional yang sudah sangat lama kita idamkan bersama!

Dari Banyuwangi, saya langsung meneruskan perjalanan lewat darat ke Bali. Tentu saja menyeberang naik ferry dari Ketapang ke Gilimanuk. Saya sangat kagum dengan kebersihan pelabuhan penyeberangan milik BUMN (PT ASDP) yang kondisinya sangat bersih, tertib dan teratur. Kondisi ini sangat jauh berbeda dengan di masa-masa lalu, dimana pelabuhan identik dengan kekumuhan atau kekotoran. Ternyata kalau mau berusaha, kita juga bisa.

CEO19ketapang

Di Bali, saya disambut oleh Sdr. Iwan Kurniawan – Kacab Singaraja GIEB, Direktur PT GIEB Pak Jhoniansyah Pura dan Pak Dwi Hatmoko Kacab Rajawali Nusindo. Saya diagendakan untuk meresmikan grossir MULTI JAYA DEWATA di Singaraja. Pembentukan grossir Singaraja ini merupakan upaya PT GIEB untuk memperkuat jaringan distribusinya dan mendekatkan diri kepada pelanggan langsung.

Meskipun GIEB masih termasuk terengah-engah dalam mengembangkan usahanya, namun saya apresiasi kepada Direksi dan jajaran manajemennya karena berkat usahanya yang gigih, tahun ini berhasil mempertahankan keuntungan meskipun masih tipis

Di kantornya saya bertemu dengan para prinsipal yang menempati ruang sendiri-sendiri meskipun relatif kecil. Kantor GIEB sendiri menempati lokasi yang strategis di Jalan Gatot Subroto Denpasar. Di belakang kantor ada gudang yang cukup besar. Sebagian bahkan disewakan kepada Rajawali Nusindo Cabang Denpasar untuk DC nya Rajawali Mart.

Barang-barang yang ada di gudang sangat bervariasi: Unilever, Philips, Nutrifood, Minyak goreng Tropical, Kacang Dua Kelinci, Mie Kremez, beras Maknyuuss dan…. masih buanyaak lagi.

CEOnoteGIEB

Rencana penambahan prinsipal masih terus berjalan di tahun ini. Saya belum bisa membayangkan berapa jenis produk nanti yang akan didistribusikan oleh GIEB. Saya lihat di rencana kerjanya antara lain :

Kerjasama distribusi dengan PT Arista Latindo untuk produk diaper (popok untuk bayi dan dewasa) merek Sensi, gloves, masker, dan lain-lain. Dengan PT Distriversa Buanamas untuk produk perawatan bayi merek Huki, diantaranya aneka botol/gelas susu, dot bayi, pembersih botol, minyak telon, cutton bud. Dengan PT. Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk, untuk produk makanan seperti mie kering, bihun, mie instan, biskuit, permen, snack, beras dan minyak kelapa sawit. Efektif per 17 September 2015 PT. GIEB Indonesia menjadi distributor untuk seluruh wilayah Bali………. Sepertinya bisnis distribusi ini, kalau orang Betawi bilang “kagak ade matinye”!

Yang menggembirakan dan juga memprihatinkan adalah cerita tentang (lagi-lagi) peluang bisnis gula yang sangat menjanjikan tetapi terpaksa putus ditengah jalan karena supply yang diskontinyu. Saya bertekad agar dimasa mendatang hal semacam ini tidak boleh terjadi lagi. Pelanggan ada, pasar sudah terbentuk, margin distribusi cukup tebal, barang (di PG) ada, tetapi bisnisnya tidak jalan. Kalau Rhoma bilang ini TERLALU..!

Segera saya berikan arahan dan kebijakan agar di masa yang datang hal ini tidak terjadi lagi dan peluang ini harus dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Karena ini menyangkut strategi bisnis, maaf tidak bisa saya beberkan disini…

Ada yang unik di GIEB. Cabang Singaraja yang waktu itu saya sebagai Komisaris PT RNI meresmikannya bersama Pak Wahyu Hidayat (Komut RNI), saat ini dipimpin oleh Sdr. Iwan Kurniawan sebagai Kacabnya. Bagi karyawan RNI Group yang sudah lama pasti banyak yang kenal Iwan karena pernah menjadi Sekretaris Direktur Keuangan RNI dan sebelumnya juga menjadi karyawan pelaksana di bagian produksi PT RNI sejak 1992. Sekarang Iwan sudah berpindah kuadran menjadi Kepala Cabang andalan GIEB di Singaraja. Mudah-mudahan akan segera muncul Iwan-Iwan lain dengan prestasi yang tidak kalah hebat.

CEO19nusindodenpasar

Setelah dari Singaraja saya sempatkan juga berdialog dan bertatap muka dengan karyawan Rajawali Nusindo Cabang Denpasar, ternyata cabang Denpasar sudah beberapa kali meraih predikat Cabang Perdana terbaik. Kinerja tahun 2015 cukup menggembirakan dan berhasil meraih diatas target tahun 2015, baik omzet maupun marginnya sehingga para karyawan minta ijin untuk bisa rekreasi ke luar Bali. “Ke mana rencananya?” Saya tanya “Ke Jogja pak” jawab mereka serempak, spontan saya jawab silakan para karyawan rekreasi ke Jogja dengan catatan anggarannya telah tersedia dan disiapkan. Ternyata teman-teman yang selama ini di Bali juga pengen rekreasi ke luar Bali. Yang lain-lain pada pengen ke Bali ini malah pengen ke Jogja. Sangat manusiawi pikir saya.

Selanjutnya saya mengakhiri safari saya dengan memenuhi undangan Pak Gede Meivera Direktur PT Rajawali I untuk menghadiri acara Family Gathering di Hotel Inna Sanur Bali. Acara ini digelar dengan sangat meriah dan akbar karena diikuti oleh karyawan Kantor Direksi, Staf PG Krebet Baru dan PG Rejo Agung Baru beserta seluruh keluarganya. Tidak kurang dari 16 bus harus disewa untuk bisa membawa semua peserta dan memang hanya Hotel Inna Sanur yang bisa menampung acara sebesar dan semeriah ini.

CEONoteR1

Keluarga Rajawali I layak untuk mengadakan acara ini mengingat prestasinya yang luar biasa selama empat tahun berturut-turut dan puncaknya di tahun 2015 kemarin dengan mencapai predikat rendemen PG tertinggi secara nasional. Harapan saya, anak perusahaan lainnya bisa segera menyusul untuk mengajak seluruh keluarga besarnya bergembira dalam kebersamaan yang hangat.

Secara harafiah, kunjungan kerja kali ini ditutup dengan menikmati pemandangan Matahari Terbit yang sangat indah di pantai Sanur, jam 6 pagi WITA, tepat sebelum saya dan rombongan terbang kembali ke Jakarta.

CEOnote19

Saya optimis, meskipun tantangan yang dihadapi di 2016 ini sangat berat tetapi semua sudah siap mental menyambut matahari yang menyinarkan harapan baru tahun ini.

Kita dengarkan yel-yel yang sudah diberi muatan lokal oleh beberapa anak perusahaan :

RNI…..  Bangkit!!!

RNI…..  Jaya!!!

Harmoni…. Yes..Yes..Yes!!!

Rajawali I…………. Lebih Sukses!!

Rajawali Nusindo……….. Unggul Terpercaya!!

Mitra Kerinci ………. Rancak bana!!!

GIEB …….. Makarye Sane Becik!!!

Ayo, siapa menyusul?

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta, 17 Januari 2016.

Didik Prasetyo