CEO Notes # 29 Farmasi : From Unpad Unveiling The Future

Assalamualaikum wr.wb,

Di era Pemerintahan Orde Lama, bagi yang mengalami, pasti mengenal jargon sandang-pangan-papan. Ukuran kesejahteraan masyarakat secara sederhana dirumuskan dalam kriteria murah sandang, murah pangan, murah papan. Artinya mudah dan murah mencari bahan makanan (pangan), pakaian (sandang) dan perumahan (papan). Sampai ada sebuah bank yang menyediakan kredit perumahan dinamakan Bank PAPAN SEJAHTERA, meskipun kita tahu bersama bahwa akhir bank tersebut ternyata sama sekali tidak “sejahtera”.

Bergeser ke Era Milenium sekarang ini, jargon itu mengalami perubahan. Rupanya papan dan sandang dianggap tidak terlalu prioritas lagi. Seiring dengan bertambahnya penduduk yang berkembang secara deret ukur, pangan yang berkembang secara deret hitung tetap menjadi kebutuhan utama. Industri semakin berkembang untuk memenuhi semua kebutuhan masyarakat dan angka harapan hidup meningkat karena standard kesehatan yang terus naik. Berubahlah standard kehidupan masyarakat (modern) ini, yaitu cukup pangan, cukup bahan bakar dan listrik serta badan sehat dan umur panjang, sehingga jargonnya menjadi : pangan, energi dan kesehatan. Artinya, bisnis masa depan yang menjanjikan akan terletak di ketiga bidang tersebut.

 
RNI siap untuk menceburkan diri lebih dalam lagi di ketiga-tiganya karena modal dasarnya kita sudah punya. Bisnis Gula, CPO dan teh mau divariasi cara apapun tetap merupakan bagian dari pangan dan ini sudah digeluti oleh PT RNI sejak lahir, Energi sudah dimulai oleh PT Mitra Kerinci dengan Proyek PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro) yang dibangun dengan memanfaatkan aliran sungai yang membentang melewati kebun teh PT Mitra Kerinci. Saat ini, untuk tahap pertama akan dibangun PLTMH dengan kapasitas 15,6 MW dari potensinya yang diperkirakan sebesar 56 MW. Biomassa dari kebun tebu (bagas) dan sawit (tankos) sangat melimpah sehingga PLTBS juga tinggal dibangun saja untuk menjadi sumber energi yang handal. Farmasi dan alat kesehatan yang selama ini seakan-akan berjalan sendiri di RNI Group ternyata setelah saya dalami berpotensi untuk menjadi pilar penopang yang handal bagi bisnis PT RNI group.

 
Saya mulai meng-explore lebih dalam tentang bisnis farmasi ini ketika tanggal 15 September 2016 yang lalu, Universitas Padjajaran Bandung dalam rangkaian Dies Natalisnya yang ke 59 mengundang RNI untuk berbicara dalam kegiatan yang bertajuk : Seminar Pentahelix Kemandirian Bahan Baku Farmasi.

 
Saya sangat sepakat dengan judul yang diusung ini karena isu kemandirian ini benar-benar isu yang aktual di banyak bidang. Ketika mengajar di SMA N I Cepu, para siswa sudah saya provokasi agar melihat banyaknya peluang untuk berkarya demi negeri ini (bahasa patriotiknya) karena kita belum mandiri di pangan dan energi. Beras, gula, kedele, jagung, daging dan minyak masih harus kita impor. Bahasa dagangnya : peluang bisnis terbuka lebar.

 
Eh, ternyata di farmasi lebih-lebih lagi. (Ngomong dagangnya, berarti peluang bisnis farmasi ke depan sangat prospektif).

 
Dengan jumlah penduduk terbanyak di ASEAN, dan tingkat kesehatan yang relatif rendah, jangan heran bahwa kita menjadi pasar terbesar bagi farmasi di kawasan ini yaitu US $ 9,4 milliar pada tahun 2018 nanti. Dan kita menjadi TOP 20 GLOBAL RANKING . No.1, 2 dan 3 adalah USA, China dan Jepang. Negara Asia lain yang masuk TOP 20 ini adalah India dan Korea Selatan.

Orasi Unpad.jpg
Menjadi anggota komunitas gula (dan terpilih menjadi Ketua IKAGI), dengan impor gula yang mencapai 50-60% dari kebutuhan saja sudah membuat saya prihatin. Ternyata di farmasi, bahan baku obatnya lebih dari 90% masih import ! Bahan yang gampang seperti garam dan gula farmasi juga masih impor. Kebutuhan garam farmasi (pharmaceutical grade) dan aneka pangan bahkan 100% masih impor dari Jerman, China, Australia, Selandia Baru dan India.

 
Itulah sebabnya, di sesi tanya jawab ada mahasiswa peserta seminar yang melontarkan pertanyaan kritis : kemana saja industri farmasi Indonesia selama ini ? Pertanyaan yang kelak juga harus dijawab sang mahasiswa dimanapun nanti dia bekerja karena dia adalah mahasiswa farmasi.

Kimia Farma yang bekerja sama dengan PT Garam mempunyai tugas memenuhi kebutuhan garam farmasi bercerita panjang lebar mengenai kendala yang dihadapi, terutama dari sisi ketersediaan garam dalam negeri itu sendiri.

 
Saya juga menyampaikan masalah yang dihadapi dalam memproduksi gula farmasi. Tugas membuat gula farmasi saya bebankan kepada PG Subang yang sudah menggunakan proses DRK (Defekasi Remelt Karbonatasi) sehingga sudah mampu menghasilkan gula premium (Icumsa 80-100). Secara teknis, menghasilkan gula farmasi dengan Icumsa di bawah 45 sebenarnya sudah mampu untuk dilakukan oleh teman-teman dari PG Subang di bawah komando GM Pak Adang Sukendar yang nota bene adalah mantan Kepala Pabrikasi di PG Krebet Baru II. Gula Farmasi made in PG Subang yang akan menjadi gula farmasi pertama di dalam negeri yang berasal dari gula tebu ini sudah lolos uji dari test laboratorium Phapros sebagai calon pengguna dan uji oleh pihak independen dari laboratorium BBIA (Balai Besar Industri Agro) di Bogor. Masalah pokoknya untuk go commercial adalah pada pemilihan teknologi mana yang paling murah dan mudah agar gula farmasi yang dihasilkan ini nanti profitable.

 
Program pembuatan garam dan gula farmasi ini masuk dalam cluster chemical dalam strategi industri farmasi nasional. Cluster yang lain yaitu : vaccine, natural dan bio-pharmaceutical.

 
Untuk bahan baku obat kimia, pasar dunia saat ini dikuasai oleh China dan India yang sudah sangat dominan, terutama untuk pasar bahan aktif (API=Active Pharmaceutical Ingredients) yang kebutuhannya sangat tinggi seperti paracetamol, obat diabet, kolesterol, darah tinggi dll. Dominasi dua negera tersebut sudah sedemikian kuatnya sampai Eropa dan Amerikapun sudah keok, apalagi negara-negara kecil seperti Indonesia.
Untuk vaccine (vaksin), semuanya sudah dikerjakan oleh BUMN Farmasi PT Bio Farma yang lingkup tugasnya bukan hanya memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri saja tapi bahkan harus men-supply kebutuhan seluruh negara ASEAN karena dialah satu-satunya produsen vaksin di kawasan ini.

 
Obat yang berbahan baku natural seperti herbal harapannya akan menjadi comparative advantage bagi industri farmasi Indonesia. Kita sudah sering mendengar bahwa ekstrak daun seledri dikombinasi dengan ekstrak kumis kucing bisa dipakai untuk anti hipertensi, ekstrak temulawak digabung dengan ekstrak daun sambung nyawa untuk anti kolesterol dan berbagai tanaman lainnya, disamping juga zat-zat aktif yang ada di biota-biota laut seperti mikroba simbion karanglaut yang sedang diteliti Phapros bersama Undip.

 
Pengembangan obat-obatan berbasis herbal menjadi lahan penelitian yang terbuka untuk bisa dikerjasamakan dengan Perguruan-perguruan Tinggi yang ada.

 
Cluster yang bisa menjadi revolusi di bidang farmasi adalah bio-pharmaceutical, dimana di dalamnya termasuk temuan yang saat ini menjadi trending topic di farmasi yaitu stem cell. Saya benar-benar tertarik dengan stem cell ini setelah saya diprovokasi oleh mas Agus Phapros melalui emailnya ke saya tentang peluang bisnis stem cell. Ijin saya share ya mas….
Dari berbagai sumber bacaan, googling dan obrolan yang pernah saya ketahui, stem cell atau yang di kedokteran dikenal dengan sel punca akan benar-benar menjadi pengobatan masa depan menggantikan obat kimia.

 
Pemahaman saya tentu saja sangat terbatas utuk bisa menjelaskan secara panjang lebar mengenai hal ini, tetapi secara singkat dapat saya share pemahaman saya secara awam yaitu ;
– stem cell merupakan sel yang bisa berkembang atau direproduksi menjadi berbagai macam sel sehingga bisa meregenerasi sel yang rusak atau tua;
– stem cell bisa diambil dari organ tubuh, yang awam ketahui misalnya dari ari-ari atau plasenta
– stem cell sudah bisa disimpan di laboratorium (dan sudah ada yang diijinkan untuk menyediakan pelayanannya).
– stem cell sudah bisa digunakan dalam terapi/pengobatan meskipun baru terbatas di 11 rumah sakit di Indonesia yang diijinkan melayaninya
Apabila riset stem cell ini semakin maju, maka pengobatan stem cell akan dapat go commercial dan bisa merubah peta pengobatan konvensional misalnya :
– Penderita diabetes tidak perlu lagi suntik insulin karena insulin bisa meregenerasi sendiri dengan pengobatan stem cell – Penderita luka (luka bakar, patah tulang, dll) dapat sembuh dengan regenerasi melalui terapi stem cell- Penderita katarak tidak perlu lagi dioperasi- Pemasangan ring atau by pass jantung dapat diganti dengan terapi stem cell

Bahkan dengan stem cell juga dapat digunakan untuk mengobati penyakit degeneratif (penuaan). Sel yang tua menjadi muda. Di dunia kecantikan tentu sangat diidamkan para ibu, kulit yang menua, keriput, kendor bisa menjadi muda, kenceng dan kinclong. Saya jadi ingat film Elysium yang dibintangi oleh Matt Damon dimana ada anak yang sakit cukup parah cukup dimasukkan dalam tabung dan sekeluarnya dari tabung semua penyakitnya telah sembuh.
Disamping sisi positif temuannya secara teknis, sepertinya revolusi ini juga bakal menyisakan PR untuk para cendekiawan, ulama dan Pemerintah yaitu batasan-batasan dari segi etika, budaya dan agama. Tapi saya yakin bahwa Pemerintah sudah sangat berhati-hati dalam hal ini, terbukti dari regulasi-regulasi yang dibuat terkait stem cell ini mulai dari penyimpanan, riset dan pelayanannya. Tidak sembarang pihak boleh melakukan pengelolaan stem cell dengan bebas.

 
Sebagai businessman, saya sangat berharap Phapros bersama PG bersiap-siap untuk menangkap peluang besar ini mulai dari yang sederhana seperti membuat gula farmasi yang benar-benar lolos uji dari semua kriteria, menggarap obat-obatan natural base pharmacy (seperti herbal) sampai ke farmasi yang advance seperti halnya stem cell.

MoU.jpg
Untuk bisa menggarap semuanya, kita tidak bisa sendiri. Bekerjasama dengan Perguruan Tinggi sebagaimana sekarang sudah berjalan dengan UGM, Undip, IPB dan Unpad harus semakin ditingkatkan di masa-masa yang akan datang. Di hari itu, peningkatan kerjasama dengan Unpad ditandai dengan MOU antara saya dengan Rektor Unpad yang kemudian diikuti dengan Business Meeting sesi awal untuk menggali bidang kerja sama yang lebih luas antara RNI dengan 16 Fakultas di Unpad. Selanjutnya akan diadakan pertemuan antar tim teknis dari kedua belah pihak. Acara itu menjadi penutup kegiatan saya meng-explore dunia farmasi bersama Unpad sekaligus memantapkan keyakinan saya akan besarnya peluang bisnis farmasi di masa depan.

 
Anda semua terutama generasi muda, harus bersiap-siap bahwa di masa depan pangan, energi dan sehat saja masih belum cukup. Kelak harus ditambah sehat, bugar, powerful dan kinclong…
Semoga Allah SWT selalu membimbing kita semua agar selalu melewati jalan yang benar. Amiin.

 
Wassalamualaikum wr.wb.

 
Jakarta, 16 September 2016.

 
Didik Prasetyo

 

 

 

 

# 28 IBDex 2016 : Provokasi Untuk RNI Menyongsong Holding BUMN

Assalamualaikum wr.wb,

Semangat untuk menjadikan BUMN menjadi agent of change dan agent of development yang tidak hanya mementingkan keuntungan semata benar-benar dipompakan puooll oleh Ibu Menteri Rini M. Soemarno. Untuk mewujudkan semuanya ini maka BUMN harus menjadi kekuatan besar dan berdaya saing tinggi yang mempunyai leverage atau daya tawar yang kuat bagi mitra, bagi pesaing, bagi perbankan dan semua stake holder terkait.

DSC_0413.JPG

Gelora ini tercermin ketika pekan yang lalu Kementerian BUMN menggelar perhelatan besar yang mengusung title IBDex yaitu singkatan dari Indonesian Business and Development Expo 2016. Tempatnyapun mengambil gedung terbaik dan paling bergengsi di seluruh negeri saat ini yaitu JCC (Jakarta Convention Center). Convention Hall terbesar  yang memiliki Plenary Room berkapasitas 5.000 tempat duduk, balai sidang seluas lebih dari 3.900 m²  dan memiliki 13 ruangan pertemuan dengan berbagai ukuran.  JCC juga tercatat menjadi panggung konser artis-artis dunia seperti Mariah Carey, Diana Krall, Enrique Iglesias, Janet Jackson, George Benson and Al Jarreau dan tidak ketinggalan artis Indonesia seperti 3 Diva (Krisdayanti, Titi DJ dan Ruth Sahanaya). Pantas saja kalau disana sepiring Nasi Goreng dibanderol dengan harga Rp. 70.000 !

Lantas apakah hubungannya dengan masa depan RNI ?

Mari kita lihat kegiatan apa saja yang diusung dalam IBDex ini. Selain pameran yang diikuti oleh seluruh BUMN, juga diikuti oleh beberapa perusahaan BUMD dan mitra binaan BUMN; IBDex juga menggelar Konferensi Internasional, Minister Lecture oleh Menteri BUMN, Business Matching, BUMN career opportunity dan PKBL Pitching. Dalam Seminar Internasional antara lain dihadirkan pembicara dari Temasek Holding Singapura dan Khazanah Holding dari Malaysia yang tentu saja menceritakan bagaimana peran dan kontribusi Holding di negeri jiran tersebut dan sedikit cerita tentang pengelolaannya.

Materi ceramah Ibu Menteri sendiri juga banyak berbicara mengenai arah Holding BUMN di masa depan dan kriteria SDM yang akan dipersiapkan untuk mengisi kepemimpinan di BUMN yang akan datang.

DSC_0441.JPG

Itulah sebabnya saya mengajak semua calon-calon pimpinan masa depan RNI Group, mulai dari para Group Head di RNI Holding dan seluruh Direksi Anak Perusahaan PT RNI Group, baik yang besar maupun yang kecil; yang senior maupun yang junior. Saya cukup senang karena disamping Pak Agus Siswanto, Pak Warsito juga saya lihat ada Pak Yosdian  dari Mitra Kerinci dan Pak Wahyu Sakti Priyonggo dari Laskar. Di tangan merekalah antara lain nanti masa depan RNI akan ditentukan. Oleh karena itu sudah selayaknyalah mereka mendengar sendiri langsung dari sumber pertamanya yaitu Menteri BUMN RI kemana perusahaan BUMN ini nanti akan dibawa.

Saya juga secara terbuka menulis disini agar visi ke depan BUMN dikenali oleh para pejabat sampai 2 level di bawah Direksi RNI (GM, Kabid, Kabag) bahkan juga seluruh lapisan karyawan yang punya potensi menjadi pimpinan RNI masa depan.

Salah satu poin penting yang akan menjadi catatan bagi BUMN di masa depan adalah bahwa Pemerintah tidak akan menyuntikkan tambahan modal terus menerus melalui PMN (Penyertaan Modal Negara). Tahun 2017 nanti Penambahan PMN sudah akan dihentikan oleh Pemerintah. Disisi lain, BUMN diharapkan semakin berperan menjadi penyangga perekonomian nasional terutama dalam menghadapi perlambatan ekonomi global.

DSC_0437.JPG

Ibu Menteri mengatakan bahwa kalau saat ini hanya ada 1 perusahaan BUMN yang masuk Fortune 500 (yaitu Pertamina), maka pada tahun 2019 minimal sudah harus ada 7 perusahaan yang menyusul Pertamina. Di dalam RPJMN 2015-2019 bahkan diperjelas bahwa kalau diukur dengan peringkat 2000 perusahaan terbaik versi Forbes, tahun 2015 dari 5 perusahaan harus menjadi 19 perusahaan di tahun 2019. Sementara itu kontribusi terhadap penerimaan negara harus naik dari Rp. 211 Triliun (2015) menjadi Rp. 635 Triliun (2015) dengan tingkat Service Level Agreement mencapai 94-100%.

Ada 4 strategi yang akan dijalankan untuk mencapai sasaran tersebut yang dikenal dengan 4 strategic pillars, yaitu : 1) Sinergi antar BUMN, 2) Hilirisasi dan kandungan lokal, 3) Pembangunan Ekonomi daerah terpadu, 4) Kemandirian keuangan dan penciptaan nilai.

Bagi teman-teman yang berminat untuk mendalami isi masing-masing strategi silakan anda browsing sendiri di internet, nisacaya informasinya lebih lengkap dan rinci. Siapa tahu ini akan menjadi start up bagi anda untuk mencapai karier yang lebih tinggi di lingkungan BUMN (dimanapun).

DSC_0453.JPG

Apa relevansinya dengan keberadaan RNI saat ini ?

Salah satu implikasi dari strategi sinergi BUMN tadi adalah akan dikonsolidasikannya BUMN-BUMN yang sejenis dalam satu Holding Sektoral BUMN.

Ada 7 sektoral Holding yang sedang direncanakan untuk dibentuk dalam waktu dekat, yaitu : 1) Energi, 2) Pertambangan, 3) Jalan Tol, 4) Jasa Keuangan, 5) Perumahan, 6) Pangan dan 7) Maritim.

Kira-kira RNI akan berada dimana? Tentu saja, analisis rasionalnya kita sudah harus bersiap-siap untuk saling berpisah dengan sesama “sister company” karena bisnis RNI terdiri dari bermacam-macam bidang. Perkebunan bersama PTPN bisa kita prediksi akan masuk dalam Sektor Holding Perkebunan atau Holding Pangan. Untuk bidang yang lain kita berharap masih akan dibentuk holding sektoral lainnya seperti Holding Farmasi (untuk menjadi rumah baru bagi Phapros) dan Holding Logistik (rumah bagi Nusindo dan perusahaan trading lainnya).

Kemanapun insan RNI nanti akan dibawa, saya berharap semua sudah mempersiapkan diri dengan kompetensinya masing-masing sehingga akan tetap menjadi Super Human ditempat yang baru nanti karena mewarisi Genetic Super yang sudah dipersiapkan beberapa tahun ini. Lagi pula, pengalaman berada dalam pengelolaan model Holding BUMN merupakan keunggulan komparatif yang sudah dimiliki SDM RNI dibandingkan SDM BUMN lain karena sejak lahirnya RNI adalah holding company.

Dalam mempersiapkan calon-calon pimpinan BUMN ke depan, Kementerian BUMN juga sudah membangun Executive Development System (EDS) yaitu dengan membuat Talent Pool yang berasal dari perusahaan-perusahaan BUMN yang kemudian diseleksi dan dikembangkan melalui ELP (Executive Leadership Program) untuk selanjutnya ditempatkan sebagai pimpinan-pimpinan BUMN sesuai kompetensinya.

Ada 3 tujuan yang ingin dicapai dari ELP ini yaitu; 1) Meningkatkan Kualitas Kepemimpinan, 2) Membangun Pola Pikir Sinergi, 3) Meningkatkan Daya Saing BUMN. Dengan terbangunnya insan pimpinan BUMN hasil ELP tadi maka transformasi BUMN Holding akan dapat dicapai berdasarkan nilai-nilai BUMN yang diinginkan yaitu : Sinergy, Sustainability, Integrity, Strong National Commitment dan Global Mindset.

DSC_0478.JPG

Kelak ditangan para eksekutif hasil ELP inilah Holding Company BUMN republik ini bisa melesat menjajari posisi tetangganya yang sekarang sudah berada beberapa langkah di depan kita. Temasek misalnya,  perusahaan yang mendefinisikan dirinya : “owned but not directed by Singapore Government” ini dengan nilai portfolionya saat ini mencapai S$ 242 juta (kira-kira 2.420 Triliun Rupiah)  mampu memberikan deviden kepada pemegang saham (Pemerintah Singapore) sebesar S$ 8 miliar (kira-kira setara dengan 80 triliun rupiah). Temasek juga mampu memberikan returrn rata-rata dalam 40 tahun sebesar 15% kepada para investornya. Saat ini, mereka masih dipercaya berhutang kepada investor (lewat obligasi) yang jatuh temponya nanti di tahun 2050. Portfolio investasinya juga tersebar di seluruh dunia : 40% di Asia (di luar Singapura), 29% Singapura, 27% di US, Eropa, Australia, New Zealand dan 4% di Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah.

Berbeda dengan Temasek yang sama sekali tidak ada campur tangan Pemerintah, Khazanah di Malaysia dipimpin oleh 10 anggota Direksi yang terdiri dari pejabat Pemerintah maupun kaum profesional dan bertindak sebagai Chairman adalah Perdana Menteri. Saat ini dijabat oleh Najib Razak yang sekaligus juga merangkap sebagai Menteri Keuangan di Kabinet Malaysia.

Portfolio investasi Khazanah pada tahun 2015 mencapai RM 150,2 miliar atau kira-kira 900 triliun rupiah. Laba yang dicapai sekitar RM 1,2 miliar atau kira-kira setara 7,5 triliun rupiah. Khazanah tidak mengelola bisnis perkebunan dan oil & gas.

Saya yakin bahwa BUMN Holding Sektoral, apalagi kalau kelak semua digabung menjadi Super Holding akan bisa menjadi lebih besar dari pada Temasek dan Khazanah. Kata kuncinya adalah sinergi untuk bersama-sama menciptakan value creation sebagaimana dicanangkan dalam visi BUMN.

DSC_0399.JPG

Dalam kunjungan ke stand-stand pameran, potensi sinergi juga dideteksi oleh Ibu Menteri di stand RNI. Seharusnya produksi teh yang terintegrasi bisa dilakukan bersama-sama antara PT Mitra Kerinci dan PTPN lainnya sehingga bisa dicapai efisiensi baik dalam produksi maupun pemasaran.

Semoga hal-hal kecil terebut bisa benar-benar memprovokasi teman-teman RNI, khususnya bagi mereka yang masih menggenggam masa depan yang panjang.

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita semuanya. Amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta,  September 2016.

Didik Prasetyo

# 27 Kembali ke Cepu : BUMN Mengajar

Assalamualaikum wr.wb,

Minggu yang lalu menjadi pekan yang sibuk bagi saya berada di luar kota seminggu penuh. Di awali dengan pembukaan BMDP Non-Agro di LPP Yogyakarta yang merupakan BMDP Angkatan XXX bagi RNI, pada hari Senin tanggal 29 Agustus, diakhiri dengan puncak kegiatan pekan itu yaitu BUMN Mengajar di SMA Negeri I Cepu, Jawa Tengah.

Di tengah-tengahnya pada hari Selasa 30 Agustus saya menghadiri undangan Direktur Utama PTPN X untuk mengikuti acara soft  launching kartu tani di PG Tjoekir, Jombang – Jawa Timur. Alhamdulillah acara soft launching Kartu Tani untuk petani tebu berjalan dengan lancar dan sangat baik. Sungguh prestasi yang sangat membanggakan dan HEBAT  bagi teman-teman BUMN Gula bisa menerbitkan kartu tani tersebut dimulai dari PTPN X.  Membanggakan dan HEBAT saya katakan karena teman-teman BUMN Gula saat ini sudah sangat terbuka dan berani jujur seperti semboyan KPK “Berani Jujur itu HEBAT”. Mengapa?  Karena dengan adanya kartu tani di tiap-tiap PG Milik BUMN akan terlihat areal tanaman tebu yang sebenarnya sehingga areal yang mungkin selama ini tercatat dua kali di PG yang berbeda tidak akan terjadi lagi.  Tumpang tindih areal Tebu Rakyat tidak akan terjadi lagi.  Bagi Direksi ini akan sangat memudahkan kontrol terhadap kinerja pegawai lapangan termasuk mengetahui asal usul bahan baku tebu yang nota bene akan lebih mudah koordinasinya bila timbul masalah antar PG karena pada dasarnya hubungan Direksi BUMN Gula saat ini baik PTPN atau RNI sudah sangat baik. Persoalan di lapangan akan jauh lebih mudah diatasi dan dikomunikasikan tanpa harus saling merugikan satu sama lain. Dalam acara tersebut alhamdulillah saya ketemu teman satu kampung saya saat masih di Cepu yakni mas Nugroho Christijanto Dirut PT Petrokimia Gresik. Alhasil pertemuan tersebut menjadi ajang reuni yang hangat sekaligus bisa langsung mencari peluang untuk saling sinergi antara RNI group dengan Petrokimia Gresik. Maklum satu kampung….

14203164_10208715580581594_5327965724528064192_n.jpg

Dari PG Tjoekir Jombang saya kembali ke Yogya menggunakan KA sambil menikmati hasil reformasi PT KAI yang terlihat dari kondisi stasiun dan KA yang sangat apik dan bersih, untuk mengikuti acara bersama AGI – IKAGI – LPP yang mengambil topik “High Level Sugar Policy Discussion”. Acara ini mengundang para pejabat kunci Pemerintah seperti para Deputy terkait di Kemenko Perekonomian, K-BUMN, Dirjen Perkebunan, APTRI, para praktisi dan pemerhati gula. Sekaligus diakhir acara juga dilakukan pengukuhan Pengurus Pusat IKAGI dan menyusun rencana kerja jangka pendek IKAGI.

Dari Yogya kemudian saya lanjut ke Cepu yang merupakan acara terakhir di pekan itu. Disamping mengajar, saya juga bertemu dengan Wakil Bupati Blora untuk menjajaki kemungkinan kerja sama dengan Pemda yang saat ini banyak menjadi incaran relokasi industri dari kota-kota besar yang mulai terasa mahal, terutama adalah dari upah, harga tanah maupun kondisi sosial budaya yang relatif masih sangat favourable bagi investor.

Dengan sifat perjalanan yang wira-wiri kesana kemari dari kota besar ke kota kecil seperti tadi maka saya harus memanfaatkan berbagai moda angkutan yang ada mulai dari pesawat baling-baling, mobil sampai kereta api. Bagusnya, jalan yang dilewati sudah beraspal mulus, bahkan keluar dari Ngawi masuk wilayah Bojonegoro jalannya sangat lebar. Kereta api juga sekarang luar biasa tepat waktu. Bad news-nya, masih ada di beberapa segmen jalan yang mengalami kemacetan karena padatnya lalu lintas.

Acara Direksi Mengajar di SMA Negeri I Cepu tentu saja merupakan momen yang sangat luar biasa bagi saya. Dari SMA inilah saya lulus di tahun 1987 dan bersama 12 orang lainnya yang dipanggil oleh IPB lewat PMDK melanjutkan belajar sampai lulus dan mengabdi menjadi PNS di Departemen Keuangan pada waktu itu.

Ya. Itulah pilihan yang telah saya ambil karena sebenarnya waktu itu atas dorongan Bapak saya yang berprofesi sebagai prajurit TNI AL, saya juga mendaftar sebagai calon taruna AKABRI dan  sudah menjalani tahap akhir serta sudah bersiap berangkat ke Magelang.

Hanya satu yang menjadi keberatan saya untuk memilih menjadi taruna saat itu  yaitu saya sangat sayang dengan rambut saya dan tidak mau dicukur gundul ! Jadi akhirnya saya memilih berangkat ke Bogor dari pada ke Magelang. Memang itulah takdir Tuhan. Kalau jadi masuk Akabri bisa saja sangat lain jalan hidup saya…..

 Oleh karena itu, saya sangat berterimakasih kepada sekolah ini. Kepada guru-gurunya, kepada gedungnya, laboratoriumnya, semuanya. Saya sangat ingin agar sekolah ini seterusnya juga menghasilkan alumni yang sukses, yang jauh lebih baik dari saya. Untuk itulah saya merasa wajib untuk memberikan motivasi, menyuntik siswa dengan semangat juang dan semangat belajar yang tidak mengenal lelah.

Sejumlah lebih dari 300 siswa menyambut dengan antusias materi yang disampaikan oleh “kakak kelas” mereka ini. Termasuk dalam tanya jawab yang berlangsung dengan sangat dinamis dan segar.

14183780_10205471969119129_4462997735383702882_n.jpg

Saya bentangkan di depan para siswa ini tantangan dan peluang yang dihadapi Indonesia sekarang ini. Indonesia sangat kaya dengan sumber daya alam : energi, pertanian, perkebunan, pertambangan, peternakan, dlsb. Tetapi sumberdaya alam itu belum di-explore secara maksimal. Akibatnya kita masih banyak melakukan  impor barang-barang yang seharusnya bisa disediakan di dalam negeri : beras, gula, jagung, kedele, daging bahkan minyak juga. Taraf hidup masyarakat juga relatif masih rendah, salah satu indikasi misalnya terbatasnya rumah tangga yang belum dialiri listrik dimana saat ini jumlahnya masih mencapai 12.000 desa.

Belum lagi dari sisi pendapatan per kapita. Menurut data dari World Bank tahun 2014 Indonesia baru mencapai USD 3.475. Jauh dibandingkan dengan Swiss yang mencapai USD 84.748 ; Singapura USD 55.182 ; Jepang USD 38.633.

Padahal kita tahu, negara-negara tersebut adalah negara yang tidak punya sumberdaya alam sama sekali. Tetapi Swiss, misalnya bisa menjadi pembuat coklat terbaik di dunia padahal tidak punya perkebunan coklat. Singapura menjadi pusat perdagangan terbesar di Asia bahkan mungkin dunia karena fasilitas logistiknya yang luar biasa. Demikian juga Jepang, walaupun tidak punya minyak tetapi tumbuh menjadi negara industri yang sangat maju.

China yang tadinya kelasnya sama dengan Indonesia, yang terbebani dengan jumlah penduduk lebih dari 1 milyar, sekarang sudah tumbuh sangat pesat dengan pendapatan per kapita mencapai USD 91.376 …. Ini tentunya berkat dari kerja keras dan karakter sumberdaya manusia yang dimilikinya.

Pada saatnya, ilmu yang berupa hard competence yang dibutuhkan untuk membangun secara fisik bangsa ini akan terus mereka dapatkan di bangku sekolah ini hingga perguruan tinggi bahkan seterusnya di masyarakat luas. Namun hard competence tersebut tidak cukup untuk membawa bangsa ini mengejar ketertinggalannya, diperlukan pendidikan yang membangun karakter, pendidikan yang mampu mencetak pemenang “The Winner” bagi generasi mudanya. Kerja keras pasti, integritas jelas, punya visi dan misi yang besar sangat perlu, hormat kepada orang lain dan taat pada aturan baik formal maupun non formal penting, dan religius harus. Indonesia butuh orang-orang yang tidak hanya cerdas secara intelektualnya tapi juga cerdas emosionalnya dan spiritualnya. Saya pikir sudah saatnya orientasi pendidikan di Indonesia tidak bisa lagi mengasah otak kiri secara berlebihan tapi juga harus diimbangi dengan otak kanan yang terlatih pula sehingga generasi yang diciptakan selain cerdas juga santun dan religius.

Saya yakin bahwa prinsip itu bersifat universal, tidak berlaku untuk anak SMA saja tetapi juga applicable buat kita yang sudah bekerja, bahkan yang sudah senior sekalipun. Oleh karena itu saya berharap sharing saya ini ada manfaatnya untuk para pembaca secara luas.

14141860_10205471970559165_557379255826733475_n.jpg

Sebagai wujud commitment saya untuk membantu meningkatkan kemampuan para siswa ini terutama dalam sisi moral dan motivasi maka saya memberikan bantuan berupa buku-buku bacaan yang lebih banyak membangun karakter positip yang berisi ajaran tentang motivasi atau kisah sukses para tokoh-tokoh terkenal yang bisa menjadi teladan bagi semuanya. Di akhir sesi mengajar, saya juga sampaikan bahwa PT RNI menyediakan beasiswa untuk 25 orang siswa SMA Negeri I Cepu yang kriterianya akan ditentukan oleh sekolah.

Ujung-ujungnya kita harus berterimakasih kepada program BUMN Hadir Untuk Negeri dimana di dalamnya terdapat BUMN Mengajar disamping program-program bantuan lainnya. Program ini memberikan perhatian yang sangat besar kepada peningkatan SDM. Program SMN (Siswa Mengenal Nusantara) yang berupa pengiriman pelajar antar propinsi yang dibiayai oleh BUMN sangat besar manfaatnya bagi para siswa untuk mengenal tanah airnya, budayanya dan nilai-nilai kehidupan sosialnya.

Untuk itu pula, saya berkomitmen untuk memberikan prioritas kepada program pengembangan SDM di lingkungan RNI Group, seperti halnya BMDP Angkatan XXX di LPP Yogyakarta. Disana berkumpul peserta dari bermacam-macam daerah, anak perusahaan dan latar belakang bisnis yang berbeda. Ada yang dari Holding, Nusindo, Phapros dan juga Tanjungsari. Dari segi usia dan masa kerja juga sangat beragam. Ada yang masih Staf junior, ada yang sudah menjabat Kepala Cabang berkali-kali. Maklum saja karena program BMDP ini pernah terhenti selama 3 tahun sehingga ada beberapa Staf walaupun jabatannya terus melaju tetapi tertinggal dalam pelatihan jabatan.

14089229_10210486636061734_1958550054826252361_n.jpg

Khusus untuk Saudara Jimmy Faoziduhu Zega Kepala Cabang Rajawali Nusindo Jayapura, bolehlah ini menjadi BMDP Plus bagi dia, yaitu BMDP plus berwisata. Kapan lagi bisa ke Jawa kalau tidak karena pendidikan. Masa mau up country sampai ke Yogyakarta ? Untuk kali ini, asal tidak berpengaruh terhadap pencapaian omset, bolehlah diatur bagi peserta luar pulau berwisata ke Borobudur di sela-sela liburan BMDP.  Sebagaimana staf dari Jawa juga selalu “memanfaatkan” situasi untuk berwisata menengok obyek-obyek daerah yang menarik. Dengan syarat, tidak mengganggu pekerjaan !

Demikianlah, jika semua kegiatan kita diawali dengan niat yang baik dengan hati yang gembira, saya yakin hasilnya akan positif bagi semuanya.

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita semuanya. Amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta,   5 September 2016.

 

Didik Prasetyo

# 26 Bakti BUMN Kepada Merah Putih

Assalamualaikum wr.wb.

Bulan Agustus merupakan bulan yang sakral bagi kita bangsa Indonesia. Puncak dari segala perjuangan, pengabdian dan pengorbanan yang telah berlangsung bertahun-tahun mencapai klimaksnya di bulan ini yang ditandai dengan diproklamirkannya kemerdekaan kita pada tanggal 17 Agustus 1945.

Bayangkan, begitu lama bangsa kita berusaha lepas dari penjajahan, dimulai dengan serangan Sultan Agung Hanyokrokusumo di masa pemerintahan kerajaan Mataram ke kota Batavia yang kemudian diikuti pula dengan pemberontakan-pemberontakan terhadap penjajah Belanda di seluruh pelosok tanah air. Aceh, Makasar, Kalimantan, Ambon dan masih banyak lagi suku-suku lainnya yang telah mengorbankan putra-putra terbaiknya demi tanah air tercinta ini. Baik dengan kekerasan maupun dengan perlawanan politik model saat itu. Hal ini terus berlangsung sampai dengan perjuangan di masa kemerdekaan, baik untuk merebut maupun mempertahankannya karena dengan berbagai taktik dan strategi, penjajah selalu berusaha kembali  untuk mencengkeram bumi Nusantara yang memang subur makmur dan kaya akan sumber daya alam ini.

Lalu di masa sekarang ini, apa yang bisa kita perbuat untuk memelihara dan mengembangkan negeri ini sesuai posisi kita sebagai keluarga BUMN ?

Apapun itu, tentu sangat tidak sebanding dengan perjuangan para pahlawan kita yang sangat monumental. Tidak cukup berarti jika dibandingkan dengan kebutuhan negeri ini yang sangat besar dan kompleks. Namun, sekecil apapun, kegiatan yang mendatangkan manfaat bagi masyarakat, apalagi kalau itu bergulir dan menggelinding sehingga menciptakan efek bola salju, tentu akan bisa menjadi besar dan luas yang pada gilirannya akan berguna bagi bangsa dan negara secara keseluruhan.

Demikianlah yang dilakukan oleh BUMN-BUMN di seluruh pelosok negeri ini yang dikomandoi oleh Ibu Menteri BUMN.

BUMN yang saat ini berjumlah lebih dari 140 ini adalah merupakan salah satu alat ekonomi untuk membangun bangsa. Keuntungan yang dihasilkan manjadi salah satu penopang pendapatan negara yang sangat signifikan untuk menggerakkan perekonomian nasional. Namun, BUMN juga harus menjadi agent of change atau agen perubahan dalam masyarakat sehingga tidak hanya cari untung semata.

Capture xcbgdfg.PNG

Itulah sebabnya, sejak tahun 2015 yang lalu dibuat  kegiatan serentak yang diberi tajuk BUMN Hadir Untuk Negeri.  RNI pertama kali berpartisipasi di program ini yang digelar di Mamuju, ibu kota Propinsi Sulawesi Barat. Waktu itu hanya ada 3 kegiatan utama, yaitu Gerak Jalan Sehat bersama masyarakat, Pasar Murah dan Bedah Rumah Veteran. Dalam perjalanannya kemudian RNI juga membiayai wisata para Paskibraka Propinsi untuk bertandang ke Yogyakarta sejumlah tidak kurang dari 75 orang dengan  sasaran kunjungan beberapa perguruan tinggi dan obyek budaya lainnya.

Dengan tiga kegiatan tersebut saja waktu itu sudah melibatkan kepanitiaan yang cukup besar. Seluruh BUMN yang ada di Sulbar ikut terlibat, disamping tim inti dari RNI, Nusindo Makasar dan Nusindo Palu.

Untuk tahun 2016 ini, secara total semuanya ada 15 (lima belas) kegiatan yang digelar. Kali ini RNI mendapat jatah untuk berkiprah di propinsi Sulawesi Utara bersama dengan PT Jasa Marga dan PT IKI (Industri Kapal Indonesia). Dan semua BUMN juga melakukan kegiatan serupa di berbagai pelosok tanah air, dengan panduan yang telah dibuat oleh Kementerian BUMN.

DSC_0614.JPG

Lima belas kegiatan itu merupakan pengembangan dari tahun 2015 yang lalu. Bedah rumah Veteran yang tahun lalu 15 rumah, tahun ini diperluas menjadi 40 rumah. Jumlah inipun masih terlalu kecil dibandingkan dengan jumlah Veteran yang ada di seluruh pelosok negeri ini. Mereka yang pernah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan, tidak semua beruntung memiliki rumah sendiri yang layak huni. Sudah sepantasnyalah kalau BUMN ikut berpartisipasi  dengan memberi sedikit kenyamanan kepada beliau-beliau para veteran ini di usia senjanya.

Pengiriman siswa pelajar antar daerah sekarang dikemas dalam program Siswa Mengenal Nusantara, yaitu berupa pertukaran pelajar antar propinsi. RNI kebagian mengirim 20 pelajar dari Sulawesi Utara ke Jawa Barat dan sebaliknya yaitu pelajar Jawa Barat ke Sulut. Pertukaran ini juga terjadi di propinsi lain yang dibiayai oleh BUMN-BUMN sebagai bagian dari program nasional. Kalau ini berlangsung setiap tahun secara bergantian maka akan terbukalah wawasan para siswa ini dalam mengenal daerah lain. Bagi yang di Jawa tentu akan merasakan bagaimana susahnya siswa di daerah propinsi yang jauh dan terpencil, dan sebaliknya.

DSC_0237.JPG

Kegiatan dalam rangkaian HUT Kemerdekaan juga dilakukan seperti  upacara bendera, lomba-lomba, gerak jalan, nonton bareng, dsb. Tentu saja di setiap kegiatan tersebut mengandung nuansa berbagi kegembiraan dengan masyarakat berupa pemberian berbagai penghargaan dan hadiah melalui door prize, dsb.

Khusus untuk pasar murah, setiap BUMN menjual minimal 1000 paket sembako murah. Isi paket berupa 10 kg beras, 2 kg gula dan 2 liter minyak goreng senilai Rp. 150.000,-  yang dijual hanya Rp. 25.000,-.

Dua bulan lalu, RNI juga sudah  menyelenggarakan pasar sembako murah dengan pola yang sama, yang disebar di di delapan kota/kabupaten di wilayah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, sebanyak total 8.000 paket, yaitu di Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Blitar, Kota Blitar, Kabupaten Malang, Kota Malang, Kota Madiun, dan Kabupaten Sidoarjo.

Pada waktu itu, RNI juga tidak sendirian karena program ini merupakan program besar yang diprakarsai Menteri BUMN RI dengan menyebarkan sebanyak total 500.000 paket sembako dan santunan, di 538 Kota/Kabupaten se-Indonesia secara serentak.

Capture rer.PNG

Disamping pasar murah, tahun ini juga ditandai dengan kegiatan yang bersifat bakti sosial, misalnya pemberian bantuan sarana air bersih termasuk pembuatan sumur bornya, bantuan elektrifikasi bagi 100 rumah yang belum teraliri listrik, bantuan pembuatan MCK, pembuatan tempat penitipan anak di di Pasar Manado. Juga berbagai kegiatan non-fisik seperti pembinaan Napi, pembinaan Mantan Atlet nasional dan pembinaan desa terpencil rawan konflik.

Lokasi kegiatan RNI bukan hanya terpusat di kota Manado saja tetapi juga di Bitung, Minahasa, dan berbagai daerah lain dengan jarak tempuh terjauh 3-4 jam perjalanan dari kota Manado.

Capture gds.PNG

Tentu saja yang paling sibuk untuk tahun ini adalah Pak Krest Kansil, Kepala Cabang Rajawali Nusindo Manado dan segenap jajarannya. Bukan hanya menerima dan mengatur tamu dari Jakarta, tetapi menjadi tulang punggung utama dalam semua kegiatan, baik di dalam kota maupun di luar kota Manado.

Apalagi nanti dari RNI juga Direksi lain akan datang bergantian dengan saya, baik untuk mengikuti Upacara 17 Agustus maupun untuk program istimewa tahun ini, yaitu BUMN Mengajar. Para Direksi akan mengajar di SMA-SMA untuk berbagi kiat suksesnya dalam rangka memotivasi siswa mengalahkan segala hambatan dan tantangan yang mereka hadapi.

Ini pasti pengalaman baru bagi teman-teman Nusindo Manado, terlibat dalam perhelatan yang begitu hingar bingar. Sebagaimana kita juga semakin mengapresiasi setelah mendengar banyak cerita tentang perjuangan rekan-rekan di unit-unit terpencil yang harus bekerja keras menghadapi segala kendala dan kesulitan di lapangan. Apalagi Cabang Manado menjangkau wilayah kerja yang berat. Ada 3 propinsi yang harus di-cover, Sulawesi Utara, Gorontalo dan Maluku Utara.

Propinsi terakhir adalah wilayah kepulauan. Pulau-pulaunya berjauhan dan lautnya ganas. Tidak jarang mereka harus mengarungi laut sejak sore dan sampainya subuh. Di tengah laut di ombang-ambing ombak besar. Pak Krest Kansil bahkan pernah mengalami kursi dan tiang kapal patah karena saking besarnya ombak. Hanya tangan Tuhanlah yang menyelamatkannya dari mara bahaya saat itu. Kalau semua teman-teman salesman disuruh cerita semua pengalamannya pasti akan jadi

buku yang menarik dan bisa menjadi bahan pelajaran untuk kita semua, terutama menggugah semangat para rekan lain yang berada di tempat yang enak. Betapa tidak, yang di Jawa bisa up-country sehari bolak-balik seperti jalan-jalan biasa, sedangkan temannya di luar Jawa harus bergulat dengan maut di laut ganas. Apapun kondisinya, kalau mau mendapat omset ya itu harus dilakukan. Kunjungan ke Rumah Sakit, menawarkan produk, mengirim barang, menagih, taking order, dsb. Saya dorong teman-teman untuk menulisnya di RKM (Rajawali Knowledge Management) agar perjuangannya juga diapresiasi oleh “orang Pusat”.

Walaupun tantangan tugasnya begitu besar, tapi Cabang Manado sudah menunjukkan prestasi yang luar biasa. Di antara cabang-cabang lain yang omsetnya sekelas, Manado berhasil meraih prestasi margin yang paling besar. Bravo untuk Cabang Manado.

Saya belum bisa membayangkan cerita apa yang bisa saya dapat dari rekan yang bertugas di Cabang Sorong atau Jayapura ! Mudah-mudahan pada saatnya nanti BUMN Hadir Untuk Negeri yang akan datang RNI mendapat jatah di Papua. Disamping menyambangi rekan-rekan Nusindo di Papua, panitia tentunya tidak akan melewatkan wisata ke Raja Ampat. Sama seperti di Manado, tidak ketinggalan semua minta berwisata ke Bunaken !

Sekembali dari Manado saya harap rekan-rekan segera ON di tugas-tugasnya lagi. Tuntutan untuk MERAH PUTIH masih akan berlanjut. Kita harus mengolah raw sugar yang belum pasti kedatangannya kapan. Kita juga harus cermat dalam menghitung biaya dan  mengatur taktik dan strategi pengolahan agar kita tetap untung dari bisnis tersebut. Kita harus benar-benar bekerja keras sejak dari impor, pengolahan di pabrik sampai penjualannya. Sudah ada instruksi yang diberikan langsung dari Presiden bahwa seluruh BUMN harus menjual gulanya ke Bulog demi untuk stabilisasi harga.

Efisiensi di segala lini adalah suatu keniscayaan.

Demikian, selamat bekerja, semoga Allah SWT selalu membimbing kita semua. Amiin. YRA.

 

Wassalamualaikum wr.wb.

Manado , 24 Agustus 2016.

Didik Prasetyo

# 25 RUPS Dengan Peran dan Posisi yang Berbeda

Assalamualaikum wr.wb.

Hadir di RUPS sudah saya alami puluhan kali. Dan itupun pada berbagai posisi yang masing-masing mempunyai peran yang berbeda. Paling sering saya hadir sebagai pemegang saham mendampingi Pak Deputi yang memperoleh kuasa dari Menteri BUMN. Beberapa kali saya hadir sebagai Komisaris BUMN mendampingi Direksi BUMN berhadapan dengan pejabat Kementerian BUMN sebagai pemegang saham. Sejak saya di RNI, kehadiran di RUPS tentu menjadi sangat berbeda dalam peran maupun posisi. Suatu tambahan pengalaman yang sangat berharga bagi saya.  Apalagi tanggal 14 Juni yang lalu,  RUPS nya adalah pertanggungjawaban kinerja tahun 2015. Kalau hadir sebagai pemegang saham perannya adalah “mengadili” Direksi,  maka sekarang saya yang “diadili” oleh pemegang saham, dalam arti positif tentunya.  Lengkap sudah pengalaman RUPS saya.

Saya beruntung, karena yang harus saya pertanggungjawabkan adalah rapot biru, bukan rapot merah. Ini semua adalah hasil kerja keras kita semua, seluruh keluarga besar RNI Group. Direksi yang didukung oleh seluruh karyawan dan keluarganya.

CEO Note 25.1.jpg

Hasil RUPS itu sendiri sudah dipublikasikan di banyak media. Ada 4 media cetak (Bisnis Indonesia, Kontan, Investor Daily dan Indopos) dan 24 media on line termasuk detik.com, kompas.com, okezone.com dan media daerah (krjogja.com, suaramerdeka.com) yang memberitakannya. Oleh karena itu sudah pada tempatnyalah kalau saya juga ingin sharing hasil RUPS tadi di forum ini karena isinya sudah menjadi konsumsi publik. Banyak yang bisa kita petik dari kinerja 2015. Peluang untuk memperbaiki masih sangat besar di 2016, tetapi di sisi lain juga perlu kewaspadaan agar yang sudah dicapai jangan sampai turun karena kita lengah atau cukup berpuas diri dengan hasil yang ada.

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT RNI diselenggarakan pada hari Selasa, 14 Juni 2016, di Kementerian BUMN, Jakarta.

Alhamdulilah, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) membukukan laba bersih Rp 69 miliar pada tahun buku 2015, meningkat 120,88% dibanding tahun 2014 yang mencatat kerugian sebesar Rp 330,53 miliar.

Kontribusi laba sebelum pajak yang terbesar berasal dari sektor industri gula sebesar Rp 209,334 miliar, meningkat dibanding pencapaian tahun 2014 yang mencatat minus Rp 189,57 miliar. Sedangkan dari sektor farmasi dan alat kesehatan membukukan kontribusi laba sebelum pajak sebesar Rp 83,15 miliar meningkat dari tahun 2014 yang berada di angka Rp 54,94 miliar. Adapun, kontribusi laba sektor perdagangan berada di angka Rp 22,22 miliar.

Peningkatan kinerja ketiga sektor tersebut mampu menutup pencapaian sektor perkebunan yang masih minus Rp 73,89 miliar.

Sementara itu, dari sisi penjualan, di tahun 2015 perusahaan mencatatkan penjualan sebesar Rp 5.632,86 miliar, tumbuh 13,31% atau Rp 661,76 miliar dari Rp 4.971,10 miliar di tahun 2014. Penjualan utama berasal dari kelompok industri gula sebesar Rp 2.302,70 miliar (40,88%), kelompok industri farmasi dan alat kesehatan sebesar Rp 1.675,85 miliar (29,75%), kelompok perdagangan umum sebesar Rp 1.289,81 miliar (21,39%), dan kelompok perkebunan sebesar Rp364,49 miliar (6,47%). Sementara penurunan terjadi pada produksi crude palm oil (CPO) dan palm kernel (PK) dikarenakan rendahnya produktivitas kebun, produksi karet juga menurun mengingat umur tanaman yang sudah tua.

IMG-20160714-WA0000.jpg

Saya sampaikan pula bahwa secara umum, kinerja perseroan di tahun buku 2015 jauh lebih baik dibanding kinerja tahun 2014. Hal tersebut disebabkan oleh pembenahan internal yang dilakukan secara konsisten serta dukungan faktor eksternal yang semakin membaik di semester II tahun 2015 dan peningkatan harga komoditas gula. Di samping itu, perseroan melakukan beberapa langkah strategis untuk mencapai sasaran yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015, antara lain dalam hal investasi dan keuangan.

Perusahaan terus didorong melakukan peningkatan kapasitas produksi, pangsa pasar, kualitas produk serta nilai tambah yang maksimal melalui investasi yang dilakukan dengan efektif dan selektif. Investasi dilakukan terbatas hanya pada lingkungan Industri yang prospektif dan benar-benar potensial memberikan nilai tambah. Setiap investasi harus melalui feasibility study (FS) dan kajian risiko yang memadai. Tidak ada lagi investasi dan pengembangan yang dilakukan tanpa melakukan kajian mendalam.

Untuk pengembangan produk baru dilakukan dengan maksimal mengedepankan prinsip sinergi BUMN serta pemberdayaan sumber daya yang ada, agar sekaligus dapat meningkatkan nilai tambah aset non produktif dan SDM. Investasi dan pengembangan diarahkan untuk mengantisipasi permasalahan operasional, khususnya terkait isu lingkungan hidup, kelangkaan tenaga kerja, upah yang makin mahal, dan penghematan energi, seperti melalui penguatan mekanisasi pertanian, optimasi aplikasi pupuk organik, optimasi penggunaan energi, dan pengamanan ketaatan atas regulasi terkait lingkungan hidup.

Dalam bidang keuangan, secara konsisten dilakukan optimalisasi dana pada anak perusahaan dengan menerapkan cash management sebagai alternatif pendanaan bagi group. Setiap pengeluaran biaya harus selalu dimonitor dan mengacu pada anggaran yang telah ditetapkan. Selain itu, pinjaman modal kerja kepada anak perusahaan dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kemandirian pendanaan.

IMG-20160714-WA0003

Guna memantapkan pencapaian, juga ditempuh langkah perbaikan di bidang operasional melalui perencanaan produksi yang disusun dengan memperhatikan kepentingan atau tujuan perusahaan dalam jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang. Kinerja operasional secara simultan diarahkan pada pencapaian target produksi, produktivitas, mutu produk, dan HPP dengan produk impor sejenis sebagai rujukan (benchmark).

Saya sampaikan bahwa tantangan yang dihadapi PT RNI ke depan akan semakin ketat, untuk itu, fokus perencanaan produksi akan mengedepankan peningkatan daya saing dengan produk-produk kompetitor baik dari dalam maupun luar negeri.

Dalam bidang agro, yang merupakan tulang punggung bisnis PT RNI, Perusahaan memandang petani sebagai mitra strategis yang harus dilindungi kepentingannya serta perlu didorong agar tetap mendapatkan profit yang layak. Kuncinya dengan mengembangkan mekanisme kerjasama saling menguntungkan, saling percaya melalui proses yang transparan, bertanggung jawab dan adil. PT RNI juga akan semakin meningkatkan kerja sama dengan lembaga penelitian untuk mengaplikasikan teknologi tepat guna yang relevan dan efektif mendorong peningkatan produksi, produktivitas dan penurunan HPP.

Disamping hal-hal tersebut di atas yang telah dipublikasikan secara luas, kita semua juga perlu mencermati beberapa kekurangan kita, kesulitan dan kendala yang masih belum teratasi, sebagaimana juga menjadi catatan Komisaris RNI.

Beberapa anak perusahaan kinerjanya masih belum menggembirakan dan belum ada tanda-tanda akan bisa diperbaiki di tahun 2016 karena kondisinya sudah sangat berat, terutama adalah PT Mitra Ogan dan PT Rajawali II. Satu-satunya harapan adalah bekerja sama dengan investor atau mitra yang mempunyai kekuatan pendanaan yang besar. Tapi kita tahu bersama bahwa untuk menggandeng mitra dari luar diperlukan proses perijinan yang panjang disertai hitungan yang cermat agar perusahaan tidak dirugikan. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar teman-teman di dua perusahaan ini bisa lebih ulet dan kerja keras untuk memanfaatkan peluang di sisi operasional semaksimal mungkin sehingga perusahaan tidak semakin terpuruk.

Komisaris juga mengkritisi tentang penyelesaian likuidasi PT Rajawali Gloves yang sampai sekarang masih berlarut-larut. Eks-mitra kerja kita yang di Amerika dan Korea saat ini tidak jelas keberadaannya sehingga sulit untuk mendapatkan persetujuan tertulis dari mereka sebagai mitra pemegang saham meskipun RNI sudah mengikuti semua prosedur hukum sesuai dengan saran dari penasihat hukum.

Satu lagi yang dikritisi adalah kendala yang dihadapi RNI terkait rencana komersialisasi aset yang ada di MT Haryono. Sebagaimana kita ketahui, aset properti RNI berada di daerah yang sangat strategis sehingga mempunyai nilai yang sangat tinggi untuk dikomersiilkan. Namun demikian, terkait dengan ketentuan yang direkomendasikan oleh DPR Komisi VI Panja Aset, perlu dilakukan pola kerja sama atau komersialisasi aset dengan penuh kehati-hatian sehingga tidak ada ketentuan yang dilanggar.

IMG-20160714-WA0002

Masalah lain yang perlu kita perjuangkan adalah tuntutan atas kewajiban perpajakan di masa lalu yang nilainya sangat besar. Hal ini bukan hanya dihadapi oleh RNI saja tetapi juga oleh PTPN, khususnya yang terkait dengan PPN Jasa Giling. Kita berharap agar segera dicapai penyelesaian yang seadil-adilnya yang tidak berdampak pada pengeluaran uang perusahaan.

Satu hal lagi yang dikritisi oleh Komisaris dan hal ini harus bisa kita selesaikan bersama adalah membuat subsidiary governance yang mengatur hubungan dan mekanisme kerja antara induk dan anak perusahaan. Adanya kebijakan Holding tentang ISC (Integrated Supply Chain) dengan memanfaatkan Nusindo sebagai pelaksananya bisa menjadi pintu gerbang awal untuk menyusun subsidiary governance yang komprehensif. Saya yakin apabila ini bisa dibuat dan dilengkapi serta ditetapkan sebagai keputusan Holding sebagai pemegang saham, maka tidak ada lagi permohonan persetujuan kepada Komisaris yang setiap saat harus dibuat karena dianggap ada langkah yang menyimpang dari kebijakan internal Direksi setempat.

Saya berharap, dengan kerja keras kita semua maka kekurangan-kekurangan yang ada pada kita setahap demi setahap bisa kita perbaiki bersamaan dengan kita semakin meningkatkan kinerja operasional kita mengahadapi tantangan yang lebih berat di tahun 2016.

Semoga Allah SWT  selalu membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita semuanya. Amiin.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta,   Juni 2016.

Didik Prasetyo

# 24 Management Trainee : Pilih orang yang tepat !

 

Assalamualaikum wr.wb.

Talent is the No. 1 priority for a CEO. You think it’s about vision and strategy, but you have to get the right people first.” Andrea Jung, Grameen America.

Saya sangat meyakini kebenaran quotes dari Andrea Jung tersebut, apalagi datang dari seorang wanita yang sukses seperti dia. Ms. Jung adalah President dan CEO  Grameen America, organisasi nonprofit di bidang microfinance yang didirikan oleh  Nobel Peace Prize winner, Muhammad Yunus. Grameen Bank sendiri asal muasalnya adalah dari Bangladesh, tetapi di Amerika di bawah kepemimpinan Andrea Jung tumbuh menjadi organisasi yang sangat besar dengan menyalurkan kredit kepada jutaan usaha kecil.

Ya, sebagus apapun visi-misi dan strategi suatu perusahaan, yang pertama harus didahulukan adalah memilih orang yang tepat untuk menjalankannya. Dengan kata lain, intinya adalah pada recruitment dan selection.

Itu juga yang menurut saya menjadi salah satu kunci keberhasilan SDM RNI selama ini.

DSC_0262

Bagi teman-teman pemerhati masalah manajemen korporasi pasti pernah membaca majalah SWA. Saya berharap begitu, jangan hanya baca Men’s Health atau Popular saja.  Sesekali perlu ikuti topik manajemen yang sedang nge-trend disitu. Menurut versi SWA, RNI termasuk perusahaan yang sukses dalam menjalankan kaderisasi dari dalam atau tepatnya sebagai : Indonesia Best Companies In Creating  Leaders From Within 2016.  Silakan cari dan beli majalahnya, persisnya di edisi 10 XXXII 12-15 Mei 2016. Harganya juga tidak mahal.

Memang RNI bukan satu-satunya, tetapi RNI menjadi satu dari sedikit BUMN yang terpilih, yaitu : Pertamina, Bank Mandiri, PLN dan RNI.

Mandiri dan Citibank adalah 2 besar di kategori Financial Service Companies, sedangkan RNI bersama Pertamina dan PLN masuk kategori Non-Financial Service Companies.

Ada lima kriteria yang digunakan dalam pemilihan tersebut.

Yang pertama adalah : A well rounded company with vision, mission where business strategies align with people strategies.

Di RNI group, visi dan misi perusahaan selalu terkomunikasikan dengan baik. Mengapa? Semua anak perusahaan pasti menyusun RJPP (Rencana Kerja Jangka Panjang Perusahaan) atau Strategic Plan yang disusun oleh mereka sendiri sehingga tentunya melibatkan seluruh staf terkait di anak perusahaan tersebut. Disamping itu, pelatihan jabatan secara berjenjang mulai dari BMDP (Basic Management Development Program) hingga tingkat tertinggi (SMDP/SEDP) berisi tentang teori penyusunan RJPP. Tentu saja, mau tidak mau mereka akan mendalami dan mempelajaari RJPP masing-masing sehingga boleh dikatakan kemauan perusahaan sudah aligned dengan kemauan individu tersebut.

Kriteria yang kedua adalah : Have a comprehensive leadership frame work and strong implementation that supports a sustainable leadership from junior managers up to senior executives.

Kita tahu juga bahwa di RNI Group, terutama di anak-anak perusahaan, jenjang pengisian kader pimpinan juga berjalan dengan baik. Banyak teman-teman yang mencapai jenjang tertinggi melalui persiapan yang matang sejak dari awal.

Development Programs are linked to Talent Management and Succession Planning.

RNI punya data base yang lengkap sebagai bahan untuk pengembangan karyawannya, baik melalui pelatihan, mutasi, rotasi sesuai dengan bidang dan kompetensi masing-masing. Kader pengganti untuk setiap posisi strategis selalu ada dan disiapkan, minimal 3 orang.

Proven leaders that born from within their organization and developed through their leadership programs.

Lahirnya para pimpinan unit di RNI sudah teruji, baik melalui penilaian berjenjang dalam prestasi sehari-hari melalui SMK (Sistem Manajemen Kinerja), maupun berbagai macam penugasan. Pelatihan-pelatihan jabatan yang diadakan, selalu bermuatan tentang kepemimpinan, baik di tingkat eksekutif maupun sejak dari bawah.

Have a significant business impact through their leaders.

RNI secara berkala juga memberikan penghargaan lewat Festival Inovasi yang diuji oleh pihak luar, terutama aspek implikasinya terhadap perbaikan kinerja yang dihasilkan. Para pemenangnya juga teruji di forum yang lebih tinggi, baik nasional maupun internasional.

Dengan terjawabnya lima kriteria tadi, tidak heran RNI bisa masuk 5 besar non-financial service companies meskipun tidak sehebat Mandiri atau Citibank dalam mencetak kader-kader pimpinan yang berkiprah di luar perusahaan.

RNI pada dasarnya sejak dari level staf yang paling bawah menyiapkan dan mengakomodir calon dari bawah. Itulah sebabnya ada program P2K bagi karyawan non-staf berprestasi untuk meraih jenjang lebih tinggi sebagai karyawan pimpinan. Teman-teman non-staf ini kaya akan pengalaman lapangan tetapi biasanya lemah di perencanaan dan pemikiran strategis. Cobalah kita amati disekitar kita. Banyak teman-teman ketika menjadi salesman prestasinya luar biasa. Target selalu bisa tercapai. Lincah mengejar omzet kesana kemari. Memiliki jaringan dan hubungan yang baik dengan customer. Dengan prestasi tersebut, tanpa persiapan yang memadai, diangkatlah dia menjadi supervisor. Sekarang dia harus membawahi beberapa salesman, melakukan perencanaan, melaksanakan pengawasan dan juga membuat forecast untuk beberapa waktu ke depan. Ada yang berhasil dengan mengandalkan prinsip learning by doing, tetapi banyak juga yang prestasinya menjadi merosot karena kurang dibekali ilmu manajemen POAC (Planning-Organizing-Actuating-Controling).

Idem di agro juga seperti itu. Ketika menjadi mandor kebun, prestasinya luar biasa. Areal sampai 50 ha yang dikelolanya (tanaman tebu) menghasilkan produksi yang bagus. Tidak pernah kekurangan tenaga kerja, bahkan bisa membantu teman yang lain. Rajin menjemput bola untuk mencari bibit, pupuk, traktor dan sarana lain yang diperlukan kebunnya. Berkali-kali menjadi juara mandor berprestasi. Singkat cerita, diangkatlah dia menjadi SKW (Sinder Kebun Wilayah) tanpa persiapan yang memadai. Mulailah ada aspek perencanaan areal, pengendalian keuangan, pengawasan, dsb. Ternyata kinerjanya sudah tidak sekinclong ketika dia menjadi pelaksana. Disinilah perlunya program P2K sebagai pintu gerbang rekrutmen jalur internal sekaligus membekali teman-teman ini dengan ilmu manajemen yang memadai.

Untuk kaderisasi jangka yang lebih panjang lagi, dalam rangka menyiapkan seseorang menjadi Kabag PG atau Kacab, atau sampai tingkat GM, bahkan Direktur… bahkan kalau perlu jadi Direksi Holding, dibuatlah jalur Management Trainee Program (MT).

MT yang diadakan sekarang ini sudah merupakan  MT Angkatan XVIII. Jumlahnya hanya 41 orang, tetapi proses penyaringannya sudah berlapis-lapis. Pelamarnya membludak luar biasa, yaitu tidak kurang dari 11.000 orang ! Jumlah itu terdiri dari berbagai bidang yang dibutuhkan saat ini, yaitu : Teknik Kimia, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknologi Informasi, Pertanian, Akuntansi dan SDM.

CEO NOTE 24

Kali ini, proses rekrutmennya kita outsourcing-kan ke  PPM. Suatu lembaga yang sudah diakui keandalannya secara nasional dalam rekrutmen dan seleksi, termasuk untuk calon-calon Direktur BUMN.

Seleksinya terpaksa harus disebar di 3 kota : Jakarta, Surabaya dan Yogyakarta. Registrasi dilaksanakan secara on line melalui Web PPM Manajemen.

Tahap seleksi dilakukan secara berlapis sejak dari seleksi administrasi, tes potensi, tes psikologis (termasuk wawancara dan FGD), wawancara user dan tes kesehatan.

Bukan hanya seleksinya yang berlapis, setelah diterimapun mereka masih menjalani pelatihan sebagai trainee yang berlapis. Fase pertama (Orientasi Korporasi), para MT diberi pengenalan tentang PT RNI. Tidak tanggung-tanggung, semua Direksi RNI turun gunung untuk memberikan materi dalam pelatihan fase tersebut. Fase ini dilaksanakan di Pusdiklat Zeni TNI AD Bogor dengan materi selain pengenalan RNI adalah pembinaan mental, disiplin, kepemimpinan, team work dan baris berbaris. Bagi anda yang berteman dengan Direksi RNI di media FB pasti juga bisa melihat disitu bahwa para peserta MT ini juga berlatih bongkar pasang senjata api. Ketrampilan ini jelas tidak dimiliki oleh kita semuanya, kecuali mereka yang pernah ikut Menwa.

Selesai pelatihan fase pertama, kemudian ditetapkanlah mereka ke anak perusahaan yang membutuhkan, termasuk ke PT Mitra Kerinci yang baru pertama kali ini mengikuti program seleksi MT. Di anak perusahaan masing-masing mereka akan terus mengikuti pelatihan fase berikutnya, yaitu pengenalan bidang kerja, pengenalan unit kerja, magang dan terakhir juga masih akan dievaluasi apakah mereka layak untuk diterima sebagai karyawan tetap atau tidak.

DSC_0241

Alhamduliah model MT ini sudah cukup teruji di RNI. Jumlah yang sampai sekarang masih berkarir di RNI sudah mencapai 311 orang.

Dari para MT tadi saat ini sudah ada yang berhasil menduduki posisi tertinggi sebagai Direktur di anak perusahaan RNI Group.

Saya sangat berharap agar tenaga-tenaga baru ini nanti dapat bersatu-padu dengan tenaga yang sudah ada untuk membentuk The Winning Team di tiap-tiap unit usaha sehingga mampu menghadapi tantangan yang semakin tahun semakin berat.

Semoga Allah SWT  selalu membimbing dan memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk menjalankan tugas-tugas yang kita hadapi dengan  sebaik-baiknya.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta,  24  Juni 2016.

 

Didik Prasetyo

 

 

# 23 Ujian Mendebarkan Bagi IKAGI

Assalamualaikum wr.wb.

Ada sebuah joke yang masih berkesan bagi saya sampai sekarang. Diceritakan pada suatu ketika sekelompok wisatawan sedang bertamasya naik ferry mewah di sungai Rhein di Eropa yang sedang dingin-dinginnya. Kalau sampai di suatu obyek yang menarik, ferry akan berhenti dan wisatawan berkumpul untuk mendengarkan cerita si tour guide yang tentunya sangat menarik. Suatu saat, ketika ferry berhenti dan rombongan wisatawan sedang terpesona mendengar penjelasan tentang suatu obyek yang di latarbelakangi kisah cinta yang dramatis dari si pemandu wisata, tiba-tiba mereka dikejutkan  oleh tindakan seorang gadis cantik yang berlari ke arah pinggir ferry, dan byuuuurr…. si gadis ternyata menceburkan  diri ke sungai yang sangat dingin.  Tentu saja semua kaget dan terpana melihat tindakan nekat si gadis. Mereka berebut ke pinggir ferry untuk melihat apa yang terjadi selanjutnya. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh tindakan seorang pemuda yang dengan gagah berani langsung mencebur  ke sungai untuk menolong si gadis. Akhirnya, dengan heroik, si pemuda bisa membawa kembali si gadis  dengan selamat ke atas  kapal. Dengan gegap  gempita  semua menyambut kehadiran si pemuda. Tetapi, mengherankan sekali, si pemuda hanya diam saja dan hanya memandang semua anggota rombongannya satu persatu. Setelah semua berlalu, salah seorang teman dekat si pemuda bertanya, mengapa dia seperti tidak bergembira dielu-elukan bak  pahlawan oleh orang seluruh penumpang ferry. Si pemuda menjawab : “Saya sebenarnya sedang mencari orang yang tadi mendorong dan menceburkan saya ke sungai….”

CEO Note 23

Demikianlah, dalam kongres IKAGI (Ikatan Ahli Gula Indonesia) yang ke XI, tanggal 4 Mei di Surabaya, diluar dugaan saya terpilih menjadi nakhoda baru organisasi ini. Jabatan ini sekaligus juga menjadi semacam “tradisi” di RNI karena 2 Dirut sebelumnya juga menjadi Ketua IKAGI, yaitu Pak Rama Prihandana dan Pak Bambang Prijono Basuki.  Sebagai “New Kid On The Block”  di dunia pergulaan, amanah sebagai Ketua IKAGI ini bagi saya sungguh merupakan tantangan yang luar biasa. Marilah kita simak tekad para pendiri IKAGI yang termaktub di dalam  “mukadimah” Anggaran Dasar , yang menurut saya sungguh sangat mulia :

Kami para ahli yang berkecimpung dalam perindustrian gula, sadar akan tanggung jawab untuk mempertahankan kelangsungan hidup dan perkembangan industri gula dalam arti luas, serta dengan keahlian yang ada akan berusaha untuk mengembangkan industri gula semaksimal mungkin demi darma bakti kami dalam ikut serta  mewujudkan tercapainya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 45

Saya beruntung, saat ini para pelaku industri gula sudah tergabung dalam organisasi yang mewadahi kepentingan masing-masing dalam memperjuangkan kemajuan industri gula Indonesia. Para ahli gula secara individu tergabung dalam IKAGI. Para pengusaha produsen gula tebu, baik BUMN maupun swasta, tergabung dalam Asosiasi Gula Indonesia (AGI). Para petani tebu tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Dan Insya Allah semuanya akan tergabung dalam Rumah Gula Indonesia (RGI) yang saat ini saya fasilitasi untuk menempati suatu kantor milik PT RNI di komplek Mega Kuningan yang lokasinya berseberangan dengan gedung RNI.

Mengapa saya sebut tantangan bagi Ketua IKAGI saat-saat ini sangat luar biasa?

Tantangan mendasar yang dihadapi oleh IKAGI dan para pelaku industri gula di organisasi manapun, termasuk petani dan Pemerintah, saat ini masih belum terjawab. Produksi gula nasional yang masih jauh dari harapan masih belum bisa ditingkatkan secara signifikan. Dari kebutuhan 5,8 juta ton, baru tercukupi disekitar angka 2,5 juta ton saja. Tahun yang lalu bahkan kurang dari 2 juta ton. Sisanya dipenuhi dari impor dalam bentuk raw sugar yang diolah oleh pabrik gula rafinasi untuk memenuhi kebutuhan industri makanan dan minuman. Untuk memperkecil gap tersebut, Menteri BUMN sudah mencanangkan tekad agar PG-PG BUMN dapat mencapai target 3 juta ton di tahun 2019.

Produksi yang rendah ini terkait dengan dua hal. Pertama, rendahnya produktivitas gula yang terutama disebabkan oleh rendahnya rendemen. Sebagian menuding rendahnya efisiensi PG sebagai penyebab utamanya, sehingga tuntutan agar PG direvitalisasi sering terdengar. Tentu saja hal ini menjadi tantangan yang sangat besar bagi para ahli gula untuk mengerahkan semua kemampuannya memperbaiki kinerja PG, baik on farm maupun off farm. Kedua, minat petani untuk menanam tebu makin berkurang sehingga areal makin menurun. Hal ini terutama disebabkan rendahnya daya saing tebu terhadap komoditi lain.

Ibarat orang sekolah, ini adalah pelajaran dasar yang ujiannya harus dilewati untuk bisa naik kelas  ke jenjang berikutnya. Kalau dianalogikan dengan joke kapal pesiar tadi, pelajaran dasar ini adalah pelajaran berenang. Kalau  belum piawai berenang bagaimana bisa menolong gadis cantik yang tiba-tiba nyebur  ke sungai? Tentu saja ini bukan semata tugas IKAGI. Aspek dukungan kelembagaan menjadi ranah Pemerintah, aspek bisnis menjadi ranah korporasi, aspek sosial ekonomi ada di sisi petani dan aspek riset dan pengembangan ada di area para akademisi (Perguruan Tinggi, LPP, P3GI). Saya cukup lega ketika mengintip program AGI yang dikemas  sebagai program terpadu Rumah Gula Indonesia, sudah dipikirkan  untuk membuat rencana kerja yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan gula  di atas.

Sayang sekali, belum lagi sempat  ada konsolidasi dengan para pihak  tadi, sudah terjadi langkah yang berani dari Ibu Menteri BUMN. Ini ibarat gadis cantik yang berlari menceburkan diri ke sungai yang sedang membeku. Semua orang seperti tersihir dan terpana, belum langsung bereaksi tetapi kemudian gaduh dengan segala tanggapan dan komentar.

Saya kira semua sudah paham dengan apa yang saya maksud. Langkah berani tadi adalah kebijakan Bu Menteri  meminta PG  BUMN  memberikan jaminan rendemen petani minimum 8,5. Sebagai kompensasi, PG diberi kuota untuk mengolah raw sugar. Di sisi lain, ini yang sedang menjadi trending topic di media, PG BUMN harus mampu menjaga harga gula di tingkat konsumen pada nilai yang wajar.

Kalau kita ingin menyikapi kebijakan ini, menurut pendapat saya tidak bisa hanya melihat  sepotong-sepotong, apalagi hanya  dari sisi teknis  saja.

Marilah kita lihat kebijakan ini dari kerangka besar atau big picture atau grand designnya secara utuh.

Saya melihat bahwa tujuan utama kebijakan ini adalah tetap pencapaian target 3 juta ton gula di tahun  2019. Tujuan itu ingin dicapai melalui  tiga sasaran  antara. Pertama, meningkatkan pendapatan petani tebu melalui jaminan rendemen minimal 8,5. Nilai ini akan dapat setara dengan sekitar  Rp. 60.000,- per kuintal  tebu atau senilai Rp. 42 juta per Ha untuk produksi sekitar 70 ton tebu per Ha.

CEO Note 23.jpg1

Dengan jaminan rendemen ini maka petani tebu akan lebih bertambah kepastian pendapatannya meskipun masih ada kemungkinan fluktuasi produksi karena iklim. Dari segi harga juga akan menjadi lebih pasti karena dikendalikan oleh Pemerintah melalui PG BUMN. Hal ini sangat berbeda dengan komoditi lain seperti cabe, bawang merah atau bahkan beras yang bisa sangat fluktuatif terutama akan turun drastis menghadapi panen raya.

Dengan pendapatan  yang menarik ini, harapannya petani yang sudah beralih komoditi akan kembali  menanam tebu sehingga produksi gula akan kembali meningkat.

Kedua, memberikan kesempatan kepada PG untuk mendanai revitalisasinya dari laba hasil pengolahan raw  sugar setelah dikurangi biaya untuk mensubsidi petani. Inilah ujian dan tantangan mendebarkan yang harus  dijawab  oleh para anggota IKAGI yang masih menjadi karyawan aktif PG. Bagaimana upayanya  agar rendemen raw sugar bisa dicapai setinggi mungkin dengan biaya olah serendah  mungkin. Karena kegiatan impor  raw sugar-nya juga diserahkan kepada masing-masing perusahaan gula BUMN, maka kepiawaian  dalam mengimpor juga memegang peranan sangat penting, mulai dari memilih barang, menegosiasi harga sampai ketepatan waktu pengiriman ke PG agar raw sugar tersebut bisa diolah dalam masa giling (DMG).

Ketiga, menjaga harga di konsumen di tingkat  yang  terkendali. Kalau sekarang harga gula sampai Rp.19.000 per kg, nantinya diharapkan dapat ditekan di sekitar Rp.11.000 atau Rp.12.000 per kg. Dalam hal ini, petani akan diminta untuk menjual gulanya ke PG dengan mekanisme sistem pembelian tebu (SPT) sebagai kompensasi atas jaminan minimal rendemen yang diberikan  PG. Dengan penguasaan pasar yang diharapkan mencapai 66%, perusahaan gula  BUMN  akan mampu ikut menjaga harga di tingkat konsumen pada kondisi wajar.

Itulah tindakan berani mencebur ke sungai yang sedang  membeku yang dilakukan si gadis cantik tadi. Tinggal menunggu  pemuda mana yang akan dengan gagah berani menyusul terjun ke sungai itu dan kemudian menyelamatkan sang gadis?

Bedanya sekarang, kita sebagai calon pemuda tadi sudah bisa membuat perhitungan dengan cermat dan profesional. Sebagai ahli gula yang tergabung  dalam  IKAGI dan sebagai insan RNI yang harus berjiwa merah putih, kita sudah mempunyai perhitungan disertai tekad dan semangat untuk berbuat yang terbaik bagi perusahaan, bagi kehormatan profesi, bagi negara dan bangsa.

Yang sangat penting lagi adalah bahwa  kita  tidak sendirian memikul beban ini. Para pemangku kepentingan banyak yang mendukung agar kebijakan ini dapat terwujud. Salah satunya adalah AGI yang menjadi wadah perusahaan gula tebu. Organisasi ini sedang berusaha mencari model dengan bekerjasama dengan LPP  dan P3GI untuk  mencari  terobosan agar kebijakan ini dapat berjalan dengan optimal dalam arti tidak ada pihak yang dirugikan.

Selebihnya, kita juga tidak sedang berwisata sendirian, masih banyak ferry-ferry  lain disekitar kita yang membawa penumpang pemuda gagah berani yang sudah siap untuk terjun dengan penuh semangat dan perhitungan yang matang jika sewaktu-waktu ada gadis cantik yang menceburkan diri ke sungai.

Hukum alam sudah menunjukkan bahwa siapa yang paling siap untuk bersaing dengan bekal ilmu yang cukup, sikap profesional yang handal dan semangat juang yang tinggi, maka dialah yang akan memenangkan persaingan.

Kita lihat bersama dalam realisasi giling tahun 2016 ini.

Selamat menjalankan giling tahun 2016. Semoga Allah SWT  memberikan kekuatan kepada kita semuanya untuk menjalankan tugas yang  berat  ini dengan  sebaik-baiknya.

Wassalamualaikum wr.wb.

Jakarta, 20 Juni 2016.

Didik Prasetyo